ZeroAvia Uji Terbang Pesawat Bahan Bakar Gas Hidrogen

IndoAviation – Sebuah pesawat Dornier 228 berbahan bakar gas hidrogen lepas landas dari Bandara Cotswold, Inggris, Kamis 19 Januari 2023. Ini merupakan penerbangan perdana yang dilakukan ZeroAvia untuk menguji sistem mesin pesawat berbahan bakar gas hidrogen. 

ZeroAvia merupakan perusahaan teknologi berbasis di California yang sedang mengembangkan mesin pesawat berbahan bakar gas hidrogen. Penerbangan Dornier 228 sekaligus menandai dimulainya serentetan uji coba penerbangan yang dilakukan ZeroAvia.

Dalam penerbangan itu, ZeroAvia memasang mesin ZA600 berbasis sel bahan bakar hidrogen di sayap kiri pesawat berkapasitas 19 kursi. Mesin ini untuk menggantikan satu dari dua mesin turboprop Honeywell TPE331 yang sebelumnya terpasang pada pesawat.

Pesawat lepas landas pukul 13.35 waktu setempat dan terbang selama  10 menit. Penerbangan perdana berlangsung kurang dari setengah dari batas kemampuan mesin yang dikembangkan, yaitu 25 menit. Penerbangan itu berlangsung pada ketinggian  2.000 kaki dan kecepatan 120 knot.

Pendiri dan CEO ZeroAvia, Val Miftakhov mengatakan, penerbangan perdana itu merupakan  momen penting, tidak hanya untuk ZeroAvia, tetapi juga untuk industri penerbangan secara keseluruhan.

Menurutnya, keberhasilan penerbangan perdana ini menunjukkan bahwa penerbangan komersial tanpa emisi yang sesungguhnya hanya tinggal beberapa tahun lagi. ZeroAvia berharap dapat mengkonversi pesawat regional pertama dan mengkomersialkannya mulai tahun 2025.

“Penerbangan pertama pesawat dengan 19 kursi ini menunjukkan seberapa besar teknologi kami dapat diterapkan dan menyoroti kemajuan pesat dalam hal propulsi tanpa emisi. Ini baru permulaan. Kami sedang membangun masa depan penerbangan berkelanjutan tanpa dampak negatif pada iklim,” katanya.

Lebih lanjut  Val Miftahkov mengungkapkan kalau perusahaannya sedang mengembangkan program ini hingga tahap komersial. Ia akan segera mengungkap jenis pesawat pertama yang akan dikonversi untuk dijalankan dengan gas hidrogen. Akan diungkap juga mitra produsen model pesawat tersebut, dan maskapai penerbangan yang menjadi pelanggannya. Yang jelas, program komersialisasi ini melibatkan sebuah pesawat di kelas 10 – 19 kursi dan akan terbang di bawah aturan sertifikasi part 23.

Mengajukan sertifikasi khusus

ZeroAvia mengaku sedang mengajukan permohonan sertifikat tipe untuk mesin powertrain 600 kilowatt kepada Otoritas Penerbangan Sipil Inggris. Perusahaan juga mencari sertifikat tipe tambahan yang mencakup konversi dari setiap jenis pesawat tertentu.

Dalam jangka panjang, ZeroAvia juga mengembangkan mesin powertrain 2,5 megawatt, yang lebih besar untuk mentenagai pesawat 90 penumpang. Diharapkan mesin tersebut dapat menjalani uji darat pada akhir tahun ini.

Mesin powertrain hidrogen yang dikembangkan ZeroAvia memiliki dua lapis sistem bahan bakar utama. Sementara ini ada baterai lithium-ion yang memberikan tenaga maksimal untuk lepas landas sekaligus untuk mamastikan keselamatan penerbangannya.

Dalam uji terbang, ZeroAvia menempatkan tangki bahan bakar hidrogen dan sistem pembangkit listrik sel bahan bakar di dalam kabin. Pada pesawat komersial nantinya, sistem bahan bakar akan ditempatkan di luar kabin pesawat.

Rekaman video dari penerbangan pertama menunjukkan uap air keluar dari sel bahan bakar yang dibuat oleh Powercell, mitra ZeroAvia. ZeroAvia bermaksud untuk secara bertahap memperpanjang durasi penerbangan melalui serangkaian uji penerbangan.

Pengujian akan terus berlanjut sepanjang tahun ini karena ZeroAvia akan menyempurnakan desain powertrain selama penerbangan dari Kemble dan di bandara lainnya.