Workshop Indonesia-Prancis Tingkatkan Sistem Pengawasan Keselamatan Penerbangan

Untuk meningkatkan sistem pengawasan keselamatan penerbangan yang efektif di Indonesia, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengadakan “Workshop on Safety Management (State Safety Program/SSP)” bekerja sama dengan DGAC Prancis. Pelaksanaan workshop ini sebagai tindaklanjut dari Steering Committee Meeting kelima antara keduanya pada 7 Februari 2020 di Jakarta.

Workshop ini menjadi dorongan bagi kita semua dan tentu sebagai komitmen Ditjen Perhubungan Udara dan pemangku kepentingan terkait lainnya untuk memromosikan keselamatan penerbangan,” ujar Novie Riyanto Rahardjo, Dirjen Perhubungan Udara pada workshop tersebut di Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Workshop sebagai langkah awal dalam asistensi terkait implementasi Safety Management System & State Safety Programme (SMS & SSP) di Indonesia oleh tenaga ahli dari DGAC Prancis. Disepakati bersama, misi kerja sama teknis (technical cooperation mission), antara lain, meliputi area SMS & SSP.

Novie mengatakan, Indonesia mencapai prestasi luar biasa dalam keselamatan penerbangan. Tingkat implementasi efektif USOAP mencapai angka di atas tingkat rata-rata tingkat keselamatan di wilayah Asia Pasifik dan secara global. Pemenuhan standar keselamatan internasional yang dinyatakan melalui pencabutan larangan terbang oleh Uni Eropa. Pencapaian standar keselamatan penerbangan kategori 1 (CAT-1) oleh FAA, Amerika Serikat.

“Pencapaian itu harus dipertahankan secara berkelanjutan dan ditingkatkan dengan sistem pengawasan keselamatan yang efektif dan tepat. Untuk mendapatkan pencapaian itu, perlu upaya yang keras dan mempertahankannya lebih sulit,” tegas Novie.

Menurut dia, dalam beberapa tahun terakhir, Ditjen Perhubungan Udara telah membentuk Gugus Tugas Program Keselamatan Negara (SSP taskforce). Taskforce telah melakukan beberapa kegiatan promosi dan sosialisasi untuk menumbuhkan keaadaran berkeselamatan dari seluruh pelaku penerbangan.

“Seluruh pembuat keputusan tingkat tinggi di Ditjen Perhubungan Udara harus berkomitmen untuk bekerja bahu membahu dalam memetakan inisiatif program keselamatan negara (SSP). Ini demi mewujudkan penerbangan yang selamat, aman,dan nyaman,” ucap Novie.