Fri. May 29th, 2020

WNI Repatriasi Sebut Minim Informasi Protokol Kesehatan di Bandara

Setibanya di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, WNI penerbangan repatriasi menjalani uji kesehatan yang dilakukan KKP. Sumber gambar: AP 2.

                                   

Salah seorang WNI dalam salah satu penerbangan repatriasi menyebutkan bahwa terdapat informasi yang minim terkait protokol kesehatan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dia mengatakan, belum ada sosialisasi yang jelas kepada WNI di luar negeri terhadap prosedur pemulangan ke Tanah Air.

“Soal proses pemulangan, kami yang landing di 13 Mei itu, enggak ada satupun yang tahu soal peraturan baru yang berlaku baru di hari itu, yaitu setelah rapid (test) tetap wajib karantina dan swab,” ujar WNI bernama Soraya, Selasa (19/5/2020), seperti dikutip Kompas.com.

Soraya pulang ke Indonesia bersama suami dan kedua anaknya yang berusia 6 tahun dan 9 bulan. Setibanya di bandara, mereka tak lantas langsung bisa pulang ke rumah, namun harus melalui karantina selama enam hari di Asrama Haji Bekasi.

Hal tersebut menjadi tanda tanya bagi Soraya dan ratusan orang lainnya yang baru tiba di Tanah Air. Terlebih, Soraya menyebutkan bahwa tidak ada sosialisasi dari pihak maskapai beberapa hari sebelumnya tentang prosedur ini.

“Pihak maskapai tidak tahu sama sekali juga, bahkan pihak KJRI. Saya coba tanya teman-teman di KJRI dan Garuda di Hong Kong, mereka juga kaget dengan peraturan wajib karantina ini,” ungkap Soraya.

Baca Juga:

Tak Kantongi Hasil Rapid Test, Penumpang Tak Bisa Beli Tiket Pesawat

Terbang dengan Garuda, Nasabah Citibank Dapat Bagasi Gratis 20 Kg

Soraya mengatakan, sejauh yang mereka ketahui, jika hasil rapid test saat tiba di bandara negatif, maka dilanjutkan karantina mandiri di rumah masing-masing. “Tapi kenyataannya tidak begitu,” imbuhnya.

Mendarat dan dikarantina

Disebutkan Soraya, semua penumpang yang baru tiba pada hari itu, awalnya diminta untuk isi formulir rapid test. Kemudian mereka diwawancara oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta.

Setelah itu, Soraya dan para penumpang lain dalam penerbangan itu diarahkan menuju proses imigrasi dan pengambilan bagasi seperti biasa. Namun pada saat akan keluar Terminal 3, Soraya dan semua penumpang tersebut diharuskan menunggu dan mengantre tanpa sebab.

“Enggak tahu mau ngapain. Enggak lama diumumin oleh petugas yaitu bapak-bapak TNI, bahwa kami akan dibawa ke asrama haji, entah Pondok Gede atau Bekasi, untuk menjalani swab test dan karantina yang katanya paling lama tiga hari sampai hasil swab keluar,” kata Soraya.

Kata dia, proses mulai dari mendarat di bandara hingga berangkat ke asrama haji memakan waktu kurang lebih tiga jam. Soraya merinci, mereka mendarat sekitar pukul 12.30 WIB, proses rapid test sampai pukul 14.00 WIB, mengantre hingga pukul 15.00 WIB, dan bus berangkat ke asrama haji pukul 15.30 WIB.

Paspor semua penumpang juga nyatanya dikumpulkan ke petugas dan akan dikembalikan setelah hasil swab test keluar.

“Semua menjalani proses tanpa terkecuali, kami, penumpang dengan anak dan bayi (juga tak luput),” ujarnya.