Wisatawan Inggris Terpukul oleh Lonjakan Tarif Pesawat

IndoAviation – Biaya penerbangan di Inggris telah melonjak sebagai pertanda bahwa perjalanan hemat biaya akan segera berakhir, Bloomberg melaporkan minggu ini.

Pada bulan Desember 2022, tarif pesawat terbang melonjak 44,4 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Atau, meningkat tajam dari 24,3 persen pada bulan November 2022.

Menurut kantor statistik nasional Inggris, lonjakan tarif pesawat terbang ini merupakan kenaikan tarif udara terbesar dari tahun ke tahun, paling tidak sejak tahun 1989.

Walau demikian, maskapai penerbangan Inggris mengatakan bahwa permintaan perjalanan tetap tinggi setelah pembatasan Covid-19, bahkan dengan adanya krisis biaya hidup dan perkiraan ekonomi yang suram.

CEO maskapai bertarif rendah Ryanair Michael O’Leary mengatakan bahwa maskapai ini telah melihat permintaan yang sangat kuat dari para pelancong meskipun terjadi penurunan standar hidup dan pendapatan yang dapat dibelanjakan.

“Saya rasa banyak orang yang khawatir bahwa harga-harga akan naik pada musim panas ini, dan memang benar. Mereka pun lebih awal memesan tiket perjalanan mereka,” katanya.

Ryanair sendiri telah mencatat rekor jumlah pemesanan di bulan Januari. Rekor ini telah melewati dua juta penjualan dalam satu akhir pekan untuk pertama kalinya. Pemesanan ini terjadi di tengah lonjjakan harga di seluruh sektor yang didorong oleh biaya bahan bakar tinggi, permintaan yang kuat, dan kapasitas yang terbatas setelah pandemi.

Meski demikian, maskapai penerbangan bertarif rendah di Eropa telah memperkirakan bahwa tarif udara yang sangat murah akan segera berakhir.

O’Leary memperkirakan jumlah penumpang di Inggris akan meningkat menjadi 168 juta pada bulan Maret, dan 185 juta pada tahun berikutnya.

“Musim panas terlihat sangat kuat dan tarif naik,” kata O’Leary, seraya menambahkan bahwa akan ada persentase kenaikan tarif yang “tinggi satu digit” untuk tahun kedua.