Whitesky Optimis Q1 2020 Heliport Cengkareng Mulai Beroperasi

CEO Whitesky Aviation, Denon B. Prawiraatmadja mengaku optimis Heliport Cengkareng (CHP) bisa dioperasikan secara komersial mulai kuartal pertama 2020.

“Targetnya, mudah-mudahan Q1 2020 sudah bisa dioperasikan komersial,” tutur Denon kepada IndoAviation, Kamis (31/10/2019).

Sebelumnya, bandara khusus helikopter yang berlokasi di Jalan Perimeter Selatan, Neglasasi kawasan Bandara Internasional Soekarno–Hatta tersebut ditargetkan bisa beroperasi Oktober 2019. Namun target tersebut terpaksa harus mundur karena masih terdapat beberapa hal yang harus diselesaikan.

Heliport itu ada empat tahap, dan saat ini sudah masuk tahap ketiga, yakni pembangunan hanggar. Ada beberapa hal yang menjadi concern kita sebetulnya, yang waktu itu kita sempat sedikit memakan waktu. Karena sertifikasi dari helipad itu perlu banyak review. Sehingga kami tidak berharap, karena kami tergesa-gesa mengejar target sehingga mengabaikan unsur-unsur prosedur yang harus dilakukan.”

Lebih jauh dia menjelaskan, hambatan yang membuat pengoperasionalan heliport tersebut mundur bukan dari sisi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) selaku regulator, namun lantaran menara-menara BTS (Base Transceiver Station) yang berada di rute helikopter. Menara-menara tersebut tidak memiliki indikator pencahayaan malam, sehingga berpotensi menimbulkan bahaya (hazard) kala terbang malam.

“Sebetulnya obstacle yang sedang kita hadapi sekarang ini bukan dari sisi regulator, tapi karena menara-menara BTS tidak mempunyai lighting indicator malam,” ungkap Denon yang baru saja dipercaya menjadi Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional (INACA).

Untuk mengatasi hambatan tersebut, Whitesky bersama Kemenhub membuat rancangan rute baru agar potensi hazard dapat tereduksi.

“Sehingga kita dan Kementerian Perhubungan sekarang membuat rute yang definitif. Membuat skema rute baru, yang tadinya bisa ke mana-mana, sekarang dibikin rute yang definitif. Sehingga potensial hazard dari BTS-BTS ini bisa kita perkecil,” terangnya.

Terkait potensi hazard BTS, lanjutnya, kita nanti dari asosiasi (INACA) bisa memberikan masukan juga kepada kementerian terkait, dalam hal ini utamanya dengan Kementerian BUMN.

“Kemarin juga saya melihat arahan Menteri BUMN ini saya merespon positif. Artinya bagimana kita sekarang membangun industri ini (aviasi) lebih dengan tata kelola yang baik. Sehingga tidak melulu bicara soal profitabilitas, tapi bagaimana kita mendukung kemajuan industri, membangun ekosistem,” imbuhnya.

Denon menerangkan, saat ini pihaknya juga sedang melakukan uji coba terbang malam. Uji coba ini mulai dilakukan pada 18 Oktober 2019.

“Saat ini kita sedang melakukan uji coba terbang malam, ini yang pertama kali di Indonesia. Sudah dilakukan bulan ini (Oktober 2019). Jadi helipad yang kita miliki sekarang ini sudah dilengkapi dengan instrumen-instrumen untuk terbang malam, IFR dan VFR,” tandasnya.

Heliport Cengkareng merupakan proyek kerja sama antara Whitesky Aviation bersama Angkasa Pura II. Fasilitas tersebut dibangun untuk mendukung kelengkapan moda transportasi yang terdapat di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.