Mon. Jan 20th, 2020

Warga Eropa, China dan AS Tak Mau Banyak Terbang Tahun Ini

Desain dan tata letak kursi penumpang pesawat jenis A330-900neo pesanan Lion Air. Sumber gambar: Airbus.

                                   

Sebagian besar warga Eropa, China dan warga Amerika Serikat (AS) berencana akan terbang lebih sedikit selama liburan tahun 2020. Mereka memutuskan untuk membatasi emisi karbon dioksida pesawat dan membantu mencegah bencana perubahan iklim.

Hal tersebut merupakan hasil survei yang telah dilakukan oleh European Investment Bank (EIB) dan dipublikasikan Selasa (14/1/2020) kemarin.

Dikutip dari Reuters (14/1/2020), sebanyak 30.000 responden berpartisipasi dalam Survei Iklim yang dilakukan EIB. Survei itu dibuka mulai 27 September hingga 21 Oktober 2019 di 28 negara Uni Eropa, Amerika Serikat dan China.

Dalam jajak pendapat, 36 persen orang Eropa mengatakan mereka sudah terbang lebih sedikit untuk liburan untuk membantu mencegah perubahan iklim dan 75 persen bermaksud melakukannya pada tahun 2020. Di China, jumlah orang yang berencana mengurangi perjalanan udara untuk liburan tahun ini sebesar 94 persen, sementara di AS sebanyak 69 persen.

Menurut data dari lembaga survei tersebut, industri penerbangan menyumbang lebih dari 2 persen emisi gas rumah kaca secara global. Jika dibiarkan, emisi diperkirakan akan meningkat karena jumlah penumpang dan penerbangan meningkat.

Bagi orang Eropa dan Cina, perubahan iklim adalah tantangan terbesar yang mereka hadapi. Tantangan tersebut melampaui, misalnya akses ke layanan kesehatan dan ancaman pengangguran di Uni Eropa maupun akses ke layanan kesehatan dan takut akan krisis keuangan di China.

Di Amerika Serikat, perubahan iklim dipandang sebagai tantangan terbesar kedua setelah akses ke layanan kesehatan, dan lebih penting daripada ancaman terbesar ketiga, yakni ketidakstabilan politik.

Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa dua pertiga orang di Eropa, Amerika Serikat dan China berpikir bahwa perilaku individu mereka dapat membantu mengatasi perubahan iklim dan lebih dari tiga perempat orang tua percaya anak-anak mereka akan menanggung akibat perubahan iklim.

Survei juga menunjukkan 93 persen orang China memilih transportasi umum daripada mobil untuk tujuan lingkungan. Di Eropa, tren persentasenya sebesar 64 persen, sedangkan di AS hanya 49 persen.