Walau Kini Turun, Tahun 2041 Permintaan Pesawat Kargo Udara Bakal Ramai

Foto: UPS

Boeing memperkirakan, tahun 2041 bakal ada pertumbuhan permintaan pesawat kargo dalam jumlah cukup banyak. Lalu lintas penerbangan kargo juga akan meningkat dua kali lipat, dan armada pesawat kargo akan berkembang lebih dari 60 persen.

Berdasar data tahun 2022, lembaga pemerkira kargo udara dunia, World Air Cargo Forecast, menyebut tahun 2041 akan ada sekitar 2.800 pesawat kargo, baik berupa produksi baru maupun hasil konversi.

Dengan perkiraan lalu lintas kargo udara yang meningkat dua kali lipat selama periode perkiraan, maskapai kargo udara perlu beralih menggunakan pesawat yang lebih efisien dan hemat bahan bakar.

Kata Boeing, pesawat kargo Boeing B777-8 dapat menjadi pilihan utama, atau maskapai dapat pula menggunakan pesawat B737-800  yang dikonversi menjadi pesawat kargo. Kedua pesawat ini dapat memberikan fleksibilitas tinggi bagi operator yang sudah eksis atau yang sedang berkembang.

“Sementara pasar kargo udara kembali ke pertumbuhan yang normal, termasuk faktor  pertumbuhan yang pesat,  strategi rantai pasokan yang berkembang, dan pendatang baru di pasar kargo mendorong permintaan freighter yang berkelanjutan,” kata Darren Hulst, Vice President of Commercial Marketing Boeing seperti dikutip Times Aerospace.

Lebih lanjut, Darren Hulst mengatakan, dalam jaringan transportasi global, pesawat kargo udara akan terus menjadi pendorong penting untuk memindahkan barang bernilai tinggi, dalam volume yang meningkat di seluruh pasar yang berkembang.

Data IATA, tonase kargo turun

Di sisi lain, asosiasi transportasi udara internasional, IATA merilis, data pertumbuhan kargo udara mengalami penurunan. Meski turun pada periode Agustus 2022, pasar kargo udara global masih bisa bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Permintaan global yang diukur berdasar satuan kargo ton-kilometer, pada periode Agustus 2022, mengalami penurunan 8,3 persen dibandingkan Agustus 2021 (-9,3 persen untuk operasi internasional). Data Agustus ini  sedikit meningkat jika dibandingkan data penurunan tahun-ke-tahun sebesar 9,7% yang terlihat pada bulan Juli.

“Kargo udara terus menunjukkan ketangguhan. Volume kargo, meskipun berada di bawah kinerja luar biasa tahun 2021, relatif stabil dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan konflik geopolitik. Sinyal pasar tetap beragam. Agustus menyajikan beberapa indikator dengan potensi kenaikan: harga minyak stabil, inflasi melambat dan ada sedikit ekspansi dalam barang yang diperdagangkan secara global. Tetapi penurunan pesanan ekspor baru di semua pasar kecuali AS memberi tahu kita bahwa perkembangan dalam beberapa bulan ke depan perlu diawasi dengan cermat,” kata Willie Walsh, Direktur Jenderal IATA, 6 Oktober 2022 lalu.