Wed. Sep 18th, 2019

Wacana Penumpang Timbang Berat Badan Sebelum Naik Pesawat Muncul Kembali

Konter check-in diTerminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sumber gambar: Ery.

Wacana yang mengharuskan penumpang ditimbang berat badannya sebelum naik pesawat muncul pada tahun 2015 silam. Setelah sekian lama tenggelam, wacana tersebut kembali muncul dan menjadi perhatian.

Dikutip dari detikcom (5/9/2019), Feul Matrix, perusahaan asal AS kembali memunculkan tersebut. dia menyebutkan, berdasarkan penelitian, berat badan penumpang mempengaruhi banyaknya konsumsi bahan bakar pesawat yang digunakan.

Semakin berat beban, maka semakin banyak bahan bakar yang dibutuhkan dan semakin tinggi emisi gas karbon.

COO Feul Matrix, Nick Brasier menjelaskan, sebanyak 1 persen lebih banyak bahan bakar ditambahkan untuk sebagian besar penerbangan dari yang dibutuhkan. Hal itu pun mempengaruhi pada pengeluaran biaya maskapai.

“Dengan bobot yang tepat, total penghematan bahan bakar bisa mencapai USD1,35miliar di seluruh dunia,” klaim Nick.

Tapi tentu, lanjutnya, berat badan seseorang merupakan hal yang sensitif. Oleh sebab itu, Nick mencetuskan ide untuk membuat suatu sistem khusus di counter check-in bandara yang nantinya terhubung dengan sistem komputer.

“Mungkin nanti bukan timbangan, tapi semacam ‘bantalan tekanan’. Kemudian penumpang berdiri di atasnya, lalu hasil timbangannya langsung masuk ke sistem komputer dan menjadi rahasia hanya pihak maskapai yang tahu,” terang dia.

“Teknologi kami yang dipatenkan relevan dengan bandara dan maskapai dalam mengurangi pembakaran bahan bakar, emisi CO2 dan jejak karbon,” sambungnya.

Baca ini juga ya!