Virus Corona, United Airlines Batalkan Sejumlah penerbangan ke Cina

Maskapai United Airlines pada Selasa (18/1/2020) kemarin mengatakan bahwa pihaknya membatalkan belasan penerbangan ke Cina mulai Februari mendatang. Keputusan ini diambil karena “penurunan permintaan yang signifikan” untuk layanan penerbangan ke negara itu karena merebaknya virus corona.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (AS), hari itu juga merekomendasikan para pelancong untuk menghindari semua perjalanan yang tidak penting ke Cina. Sementara itu, pemerintahan Trump mengumumkan rencana untuk memperluas penyisiran virus tersebut, dari lima menjadi 20 bandara.

United memiliki layanan terbanyak ke Cina di antara maskapai penerbangan AS lainnya.

Dikutip dari CNBC, pembatalan penerbangan berlaku mulai 1 Februari dan berlangsung hingga 8 Februari. Tidak ada informasi lebih lanjut dari maskapai apakah akan membatalkan lebih banyak penerbangan ke destinasi tersebut.

“Kami akan terus memantau situasi yang berkembang dan akan menyesuaikan jadwal kami sesuai kebutuhan,” kata maskapai dalam sebuah pernyataan.

Maskapai ini mengoperasikan sekitar 12 penerbangan harian dari AS ke Cina dan Hong Kong. Pembatalan sejumlah penerbangan akan memangkas frekuensi terbang menjadi tiga atau empat pergerakan per hari. United akan mengurangi layanan ke Hong Kong dari San Francisco dan Newark, New Jersey; ke Beijing dari Washington Dulles, Newark dan Chicago; dan layanan Shanghai dari San Francisco, Newark dan Chicago.

Sementara itu, Air Canada mengatakan pada Selasa kemarin juga mengumumkan bahwa mereka juga membatalkan beberapa penerbangan ke Cina. Alasannya, “untuk mencocokkan kapasitas yang lebih baik dengan permintaan yang diharapkan.”

Maskapai penerbangan itu mengatakan memiliki 33 penerbangan ke Cina dalam sepekan. Bagi pelanggan yang terkena dampak pembatalan, maskapai mempersilahkan mereka untuk mengubah rencana perjalanan mereka dan menggratiskan biaya perubahan.

Sedangkan American Airlines dan Delta AIr Lines belum berencana memangkas penerbangan mereka ke Cina. Namun demikian, kedua maskapai ini tidak akan membebankan biaya bagi penumpang yang ingin melakukan perubahan dan pembatalan penerbangan ke Cina.

Pejabat kesehatan AS mengatakan bahwa risiko langsung dari virus yang telah menginfeksi sekitar 4.700 orang di seluruh dunia dan menewaskan 106 orang di Cina memiliki potensi rendah untuk warga AS. Akan tetapi, Menteri Kesehatan dan Kemanusiaan AS, Alex Azar memperingatkan warga AS pada Selasa kemarin bahwa virus itu masih “berpotensi sangat serius yang mengancam kesehatan masyarakat.”