Usai Angkut 101 WN Filipina, Awak Pesawat AirAsia Indonesia Dikarantina

Usai mengoperasikan penerbangan repatriasi dari Semarang, Jawa Tengah ke Manila, Filipina pada Selasa (14/4/2020) kemarin, AirAsia Indonesia langsung mengkarantinakan seluruh awak pesawat yang bertugas dalam penerbangan tersebut.

“Penumpang dan awak kabin yang bertugas dalam penerbangan ini akan menjalani karantina selama 14 hari,” tulis maskapai dalam siaran pers, Selasa (14/4/2020).

AirAsia Indonesia menyelenggarakan penerbangan repatriasi dari Semarang ke Manila dalam rangka mendukung misi Kedutaan Besar Republik Filipina untuk memulangkan warganya yang berada di Jawa Tengah, Selasa (14/4/2020).

Penerbangan berangkat dari Bandara Internasional Ahmad Yani di Semarang pada pukul 10:16 WIB dan tiba di Bandara Internasional Ninoy Aquino di Manila pada pukul 15:04 waktu setempat.

Penerbangan ini mengoperasikan armada pesawat AirAsia Indonesia Airbus A320-200 bernomor registrasi PK-AXY. Jumlah penumpang dalam penerbangan tersebut sebanyak 101 orang.

Direktur Utama AirAsia Indonesia, Veranita Yosephine Sinaga, mengatakan bahwa AirAsia merasa sangat terhormat dapat berpartisipasi dalam misi khusus ini.

Baca Juga:

Maskapai Lain Opsikan PHK Karyawan, AirAsia Pertahankan Semua Staf

Beda Alasan Luhut dengan Kemenhub Soal Tarif Tiket Pesawat Bakal Naik 2x Lipat

“(Kami) sangat senang dapat berkontribusi membantu komunitas masyarakat di seluruh dunia dalam situasi yang penuh dengan ketidakpastian ini. Merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri bagi kami di AirAsia dapat membantu tamu-tamu kami pulang ke rumahnya, khususnya bagi Allstars yang terlibat dalam penerbangan ini,” ujar Veranita.

Untuk memenuhi persyaratan dan panduan otoritas kesehatan, AirAsia menyatakan semua penumpang dalam penerbangan ini telah memiliki sertifikat kesehatan dan diperiksa kembali kondisinya saat berada di bandara. Pengaturan tempat duduk di dalam pesawat juga telah dilakukan untuk memastikan protokol jarak aman terpenuhi.

AirAsia juga menyatakan menerapkan standar ketat dalam pengangkutan penumpang dan barang sebagaimana yang ditetapkan oleh pemerintah, otoritas penerbangan sipil dan badan kesehatan setempat dan global, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).