Uni Eropa Sepakat Pasok Paket Senjata Baru Senilai USD 542 Juta untuk Ukraina

IndoAviation – Para menteri luar negeri negara pendukung Ukraina sepakat untuk memberi bantuan paket senjata baru senilai USD 542 juta kepada Ukraina. 

Para menteri luar negeri Uni Eropa telah menyetujui tahap baru bantuan militer untuk Ukraina pada Senin 23 Januari 2023. Begitu tulis RT mengutip pernyataan pejabat Swedia.

Bantuan senjata tersebut bernilai USD 542 juta, namun tidak termasuk tank-tank Jerman yang sangat diharapkan oleh Ukraina dan sekutunya.

Sebanyak 27 menteri luar negeri negara pendukung Ukraina menyepakati paket senilai USD 542 juta setelah berdiskusi di Brussels.

Swedia, yang sedang memegang jabatan Presiden Dewan Eropa, mengumumkan perjanjian tersebut di Twitter, dengan menyatakan: “Kami tetap teguh dalam dukungan kami untuk Angkatan Bersenjata Ukraina.”

Disebutkan, uang untuk pengadaan senjata bagi Ukraina akan diambil dari dana Fasilitas Perdamaian Eropa. Dana dari fasilitas itu antara lain memang digunakan untuk membiayai operasional militer di negara lain. Ukraina disebutkan telah menerima sebanyak USD 3,36 miliar dari dana ini.

Rencana Uni Eropa memasok senjata ke Ukraina merupakan perubahan dari kebijakan lama Uni Eropa, yang tidak membeli senjata berat untuk digunakan dalam perang di luar negeri.

Sebelum Februari tahun lalu, dana dari fasilitas perdamaian UE hanya digunakan untuk memasok peralatan yang tidak mematikan ke Georgia, Mali, Moldova, Mozambik, dan Ukraina, dengan total kurang dari USD 125 juta.

Hingga saat ini, Amerika Serikat saja telah menanggung sebagian besar biaya perang Ukraina. AS telah menggelontorkan lebih dari USD 110 miliar untuk ekonomi dan militer Ukraina sejak konflik dimulai. Amerika juga memasok persenjataan yang semakin berat dan kuat untuk Ukraina.

Namun, Washington masih menolak menyumbangkan tank tempur M1 Abrams, sehingga para pejabat Ukraina dan para pendukungnya di Eropa – terutama negara-negara Baltik dan Eropa Timur – menekan Jerman untuk menyumbangkan tank Leopard 2.

Ukraina sendiri telah berulang kali meminta Jerman untuk memasok tank Leopard 2 kepada militernya. Ukraina juga minta Jerman mengizinkan pengguna Leopard di Eropa lainnya untuk menyumbangkan tank mereka ke Ukraina.

Atas permintaan Ukraina itu, pemerintah Jerman belum membuat keputusan resmi untuk mengirimkan Leopard-nya. Namun Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengatakan bahwa pemerintahnya tidak akan menghalangi Polandia untuk mengirimkan tankn Leopard 2-nya ke Ukraina.