Ubah Kualanamu Jadi Aerocity Butuh US$500juta, 19 Investor Berminat

Angkasa Pura II (AP II) semakin mematangkan rencana percepatan pengembangan Bandara Internasional Kualanamu melalui skema kemitraan strategis. Bandara ini akan dikembangkan menjadi aerocity, serta hub internasional untuk penumpang dan kargo di wilayah Barat Indonesia, dengan nilai investasi indikatif senilai US$500juta.

Saat ini terdapat 19 korporasi yang telah berminat untuk menjadi mitra investor strategis dalam pengembangan bandara tersebut. Mereka berasal dari negara di kawasan ASEAN, Eropa, dan Asia Timur.

Melalui skema tersebut, nantinya AP II dan mitra investor strategis akan bergabung di dalam joint venture company (JVCo) dengan nama PT Angkasa Pura Aviasi.

Direktur Transformasi dan Portfolio Strategis AP II, Armand Hermawan mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan menerbitkan dokumen permintaan proposal (Request for Proposal/ RfP) kepada para calon investor tersebut.

“Dokumen RfP akan diterbitkan kepada calon investor pada akhir Januari 2020. Di dalam RfP tersebut terdapat struktur transaksi kerja sama yang akan dijalankan oleh Angkasa Pura II dan mitra strategis,” tuturnya, Sabtu (14/12/2019).

Armand menjelaskan, struktur transaksi kerja sama tersebut tentunya akan selalu mengacu kepada regulasi, aspirasi pemerintah selaku pemegang saham, serta perkembangan di industri transportasi udara nasional.

Kata Armand, proses pemilihan mitra investor strategis ini ditargetkan tuntas pada pertengahan tahun dan pada Juli 2020 diharapkan sudah dilakukan penandatanganan kerja sama.

“Yang jelas mitra investor strategis harus memilki kemampuan dan pengalaman global di sektor kebandarudaraan, termasuk aspek operasional dan bisnis, mampu menaikkan traffic penumpang dan penerbangan, serta secara finansial bisa memberikaan pendanaan dalam jangka waktu panjang,” paparnya.

Bandara Internasional Kualanamu memiliki 10,5 juta pergerakan penumpang pada tahun 2018. Saat ini kapasitas terminal penumpang di bandara ini 8 juta orang per tahun. Dalam pengembangan, kapasitas terminal penumpang ditargetkan akan dapat menampung 17 juta pergerakan penumpang per tahun di tahun 2024 dan 22 juta penumpang per tahun di tahun 2030.

Selain itu, area pergudangan kargo juga diperluas dari 13.000 meter persegi menjadi 27.318 meter persegi.

Pengembangan Bandara Internasional Kualanamu difokuskan pada peningkatan konektivitas internasional khususnya di kawasan ASEAN, Asia Selatan, Cina dan Timur Tengah, di samping memperkuat konektivitas domestik.