Turunkah Harga Tiket Penerbangan?

Read Time:2 Minute

Assalamualaikum semua …

Dua hari lalu (11/1/2018) saya menulis “Ternyata Tiket Pesawat Itu Mahal” di rubrik ini. Pada hari itu juga rupanya Indonesia National Air Carrier Association (INACA) menurunkan tarif tiket penerbangan. Tarif tiket penerbangan yang diturunkan itu baru pada beberapa rute, seperti Jakarta-Denpasar, Jakarta-Yogyakarta, Jakarta Surabaya, dan Bandung-Denpasar. Rute domestik lain menyusul, katanya.

Turun harga seperti apakah itu? Apakah kisarannya di 40%-70% dari tarif batas atas? Kata Sekjen INACA Tengku Burhanuddin, penurunan tarif tiket penerbangan itu, harganya tidak seperti harga sewaktu masa libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (nataru). “Dari harga nataru, turun,” katanya.

INACA memang menyatakan dalam siaran pers 10 Januari 2018 kalau naiknya harga tiket penerbangan menyesuaikan dengan permintaan yang masih tinggi pada nataru, khususnya ke sejumlah kota besar di Indonesia. Besaran harga tiket juga disesuaikan dengan peningkatan biaya pendukung, seperti biaya navigasi, bandara, avtur, dan kurs dollar AS yang fluktuatif.

Proyeksi INACA, nataru akan berlangsung sampai besok (14/1/2019). Namun rupanya, 11 Januari 2019, harga tiket sudah diturunkan menyusul adanya keprihatinan masyarakat tentang tingginya harga tiket penerbangan. Di samping itu, ada komitmen positif dari Angkasa Pura (AP) I dan AP II serta AirNav Indonesia dan Pertamina, dalam hal penurunan biaya bandara dan navigasi, juga avtur.

Ketua Umum INACA, Ari Askhara pun menyatakan bahwa seluruh anggota INACA dapat melakukan penyesuaian cost structure operasional layanan penerbangan sehingga dapat menurunkan tarif tiket penerbangan. “Ini bukti kepedulian kami terhadap kebutuhan masyarakat atas accessibility transportasi udara, di tengah kesulitan maskapai nasional yang sudah cukup lama terjadi,” ujarnya pada konferensi pers di Jakarta, Minggu (13/1/2019).

Penasaran ingin melihat harga tiket penerbangan langsung Jakarta Cengkareng-Denpasar di internet. Terlihat mulai Senin (14/1/2018) sampai dengan Minggu (20/1/2019), harganya cukup variatif. Lion Air misalnya, dari kisaran Rp580.000- sampai Rp780.000 dan Batik Air Rp870.000-Rp1,25juta. Citilink Indonesia Rp980.000-Rp1,6juta, Sriwijaya Air Rp1,2jutaaan, dan Garuda Indonesia Rp1,95jutaan. Sementara AirAsia Indonesia dengan kisaran Rp650.000-Rp1,4jutaan.

Kita lihat pula penerbangan langsung Jakarta Cengkareng-Surabaya. Lion Air Rp450.000-Rp890.000, Batik Air Rp840.000-Rp1,3juta, AirAsia Indonesia Rp530.000-Rp1,2jutaan, Citilink Rp650.000-Rp1,3jutaan, Sriwijaya Air Rp1jutaan, Garuda Rp1,65juta. Apakah harga tiket ini terjangkau masyarakat?

Kalau dibandingkan tahun 2017, harga tiket itu relatif lebih tinggi. Pertengahan November 2018 misalnya, harga tiket Semarang-Jakarta paling rendah Rp420.000. Padahal setahun sebelumnya masih ada tiket yang Rp350.000. Apalagi tahun 2019, yang kalau dilihat di internet, harga paling rendah sekitar Rp517.000. Jadi, apakah harga tiket penerbangan itu murah?