Fri. Aug 7th, 2020

Turkish Airlines dan Perusahaan Rusia Tuntut Boeing Soal 737 MAX

Pesawat Boeing 737 MAX 8. Sumber gambar: ABC.

                                   

Turkish Airlines dikabarkan saat ini sedang menyiapkan gugatan terhadap Boeing atas kerugian yang ditimbulkan dari diandangkannya pesawat 737 MAX. Demikian dilaporkan kantor berita Turki, Demirören.

Berdasarkan data ch-aviation (24/12/2019), maskapai pelat merah asal Turki ini mengandangkan 11 unit armada 737 MAX 8 dan satu 737 MAX 9 yang dimiliki. Dalam pesanan perusahaan, masih ada 54 unit 737 MAX 8 dan 9 pesawat 737 MAX 9 yang belum diterima maskapai tersebut dari Boeing.

Sementara itu, Timaero Ireland, perusahaan anak VEB-Leasing asal Rusia yang berbasis di Irlandia diaporkan juga telah mengajukan gugatan terhadap Boeing.

Dikutip dari Bloomberg (18/12/2019), perusahaan penyewaan pesawat tersebut mengajukan gugatan senilai USD185juta terhadap Boeing di pengadilan federal Chicago, di samping menuntut pabrikan membatalkan kontrak untuk hampir dua lusin pesawat 737 MAX.

Timaero Ireland menuduh Boeing melakukan penipuan dan pelanggaran kontrak lantaran fakta bahwa pabrikan tidak cukup mampu menjamin keselamatan produk 737 MAX. Seperti diketahui, dua pesawat 737 MAX 8, milik Lion Air dan Ethiopian Airlines mengalami kecelakaan udara fatal dalam rentang waktu hanya lima bulan.

Pada tahun 2014, Timaero Ireland memesan dua puluh dua B737 MAX. Empat seharusnya sudah diserahkan sekarang, meskipun perusahaan hanya mengambil dua unit, menurut gugatan.

Perusahaan juga menuduh bahwa Boeing menolak mengembalikan uang muka meskipun pengirimannya tertunda dan ketidakpastian kapan MAX akan melanjutkan operasi penerbangan komersial.