Fri. Feb 28th, 2020

Turis Cina di Bali Dijemput Pulang, Begini Penanganannya

Dengan menyewa pesawat Boeing 737-800NG maskapai China Eastern Airlines, Pemerintah Cina jemput warganya yang masih berada di Bali (8/2/2020). Sumber gambar: AP 1.

                                   

Pemerintah Cina menyewa armada pesawat Boeing 737-800 milik maskapai China Eastern Airlines untuk menjemput pulang sejumlah warganya yang masih berada di Bali, Sabtu (8/2/2020).

Terkait hal ini, Angkasa Pura I (AP 1) menyediakan fasilitas khusus. Mulai dari konter check-in, ruangan, hingga area parkir khusus untuk pesawat maskapai tersebut. Langkah ini dilakukan perseroan sebagai tindakan pencegahan penyebaran virus corona serta meminimalisir kontak turis dan pesawat Cina dengan penumpang atau pengunjung lainnya di bandara.

“Angkasa Pura I mendukung penuh kegiatan pemulangan turis Cina yang masih berada di Bali. Di Bandara I Gusti Ngurah Rai, kami menyediakan fasilitas khusus seperti konter check-in khusus di Island D dan diarahkan ke gate keberangkatan 1B dan C. Isolated parking stand disediakan di apron sebelah barat,” kata Direktur Utama AP 1, Faik Fahmi.

Baca Juga:

AP 1 Tutup Sementara 158 Penerbangan Mingguan dari dan ke Cina

Pemerintah Tak Larang Layanan Kargo dari dan ke Cina

Selain itu, pengelola bandara juga menyediakan area khusus di terminal ketika melakukan pemberangkatan turis Cina ke negara asalnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari kontak dengan penumpang lain. Disediakan ruangan khusus bagi turis Cina untuk dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dan kondisi kesehatan lainnya.

Pada 8 Februari 2020 diinformasikan bahwa Konsulat Jenderal Cina melakukan pemulangan turis Cina. Pesawat carter China Eastern Airlines mendarat di Bali pukul 12.20 WITA dan berangkat kembali pukul 14.11 WITA dengan membawa total 61 penumpang (49 orang dewasa dan 16 anak-anak).

Armada pesawat Boeing 737-800NG maskapai China Eastern Airlines di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali (8/2/2020). Sumber gambar: AP 1.

Sebelum naik ke pesawat, para turis Cina ini akan diperiksa suhu tubuhnya oleh personel Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara I Gusti Ngurah Rai. KKP tidak mengizinkan penumpang berangkat jika suhu tubuhnya di atas 38 derajat celcius.

KKP juga menginformasikan bahwa kru dan dokter yang dibawa di dalam pesawat carter tidak diperkenankan turun pesawat. KKP tetap akan melakukan disinfeksi di dalam pesawat selama 20 menit kepada kru dan tim medis, termasuk bagasi kru dan bagasi tercatat di lambung pesawat.

Namun jika memang secara SOP medis dari Pemerintah Cina harus memeriksa penumpang tersebut seperti yang dilakukan di Thailand, Jepang, Malaysia, maka pemeriksaan dilakukan di luar pesawat (apron).