Tiongkok Ucapkan Selamat Jalan Kepada Jiang Zemin

IndoAviation / PRNewswire – Rakyat Tiongkok berduka cita setelah mengetahui kabar tentang wafatnya mantan pemimpin Jiang Zemin yang tutup usia pada 30 November lalu di Shanghai pada usia 96 tahun.

Berbagai orang di Tiongkok mengheningkan cipta selama tiga menit sebagai penghormatan, Rabu lalu, dan acara berkabung digelar dalam sebuah pertemuan yang berlangsung dengan khidmat.

Menyampaikan sambutannya di acara pertemuan yang digelar di Aula Rakyat di Beijing, Selasa lalu, Presiden Tiongkok Xi Jinping berkata, “Kami sangat menghargai Kamerad Jiang Zemin dan mengenang Kamerad Jiang Zemin karena dia telah mengabdikan kehidupannya bagi rakyat Tiongkok, serta bekerja keras sepanjang hidupnya untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa, kebebasan rakyat, serta kesejahteraan negara dan rakyat.”

Dalam euloginya, Xi memuji kehidupan Jiang yang penuh kegemilangan, dan menilai pencapaian besar Partai dan negara selama 13 tahun sejak sesi pleno keempat Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (CPC) Ke-13 sulit dilepaskan dari bakat Jiang, peran pentingnya, serta seni kepemimpinan politik luar biasanya sebagai negarawan Marxis.

Xi memaparkan, di tengah kondisi kompleks di dalam dan luar negeri, Jiang mengarahkan jajaran kepemimpinan kolektif CPC dan berhasil menyatukan Partai serta rakyat Tiongkok dari segala kelompok etnis agar menegakkan dan mengembangkan sosialisme ala Tiongkok.

Selain membuat pencapaian besar dalam memodernisasi pertahanan nasional dan angkatan bersenjata, Jiang juga menghimpun kearifan seluruh Partai dan merumuskan Teori tentang Tiga Perwakilan (Theory of Three Represents), seperti dijelaskan Xi.

Menurut Teori tentang Tiga Perwakilan, Partai selalu mewakili tuntutan perkembangan dari kekuatan produktif Tiongkok yang modern, orientasi tentang budaya modern Tiongkok, serta kepentingan fundamental mayoritas rakyat Tiongkok.

Xi menekankan kontribusi luar biasa dari teori tersebut, dan menilai teori tersebut mampu menjawab definisi sosialisme, cara mengembangkannya, serta secara kreatif mengemukakan sosok Partai yang hendak dibangun, dan cara membangunnya. “Teori tersebut telah memperluas pemahaman tentang aturan yang memperjuangkan sosialisme dengan karakteristik Tiongkok, dan memperkuat pembangunan Partai di tengah kondisi baru.”

Xi juga memuji Jiang karena telah memimpin Tiongkok untuk merespons kondisi darurat di panggung internasional yang berhubungan dengan kedaulatan dan keamanan nasional Tiongkok, mengatasi kendala dan risiko akibat merosotnya cakupan politik dan ekonomi, serta bencana alam. Jiang juga sukses mengatasi dampak dari krisis finansial Asia, dan berhasil membuat pencapaian besar dalam penanganan bencana banjir pada 1998.

Jiang menjamin langkah utama Tiongkok dalam reformasi, kebijakan pintu terbuka, dan modernisasi sosialis tetap berada di jalur yang tepat, seperti dipaparkan Xi.

Menilai wafatnya Jiang sebagai kehilangan besar bagi Partai, militer, dan rakyat Tiongkok dari seluruh kelompok etnis, Xi mendorong seluruh Partai, militer, dan rakyat dari seluruh kelompok etnis agar mengubah kesedihan menjadi kekuatan, meneruskan pencapaian Jiang, serta mengungkapkan duka cita lewat aksi nyata.

Xi mengimbau Tiongkok agar belajar dari semangat revolusi Jiang, mendorong persatuan guna membangun negara sosialis modern dalam seluruh aspek, serta melanjutkan revitalisasi bangsa Tiongkok dalam seluruh bidang.

“Rakyat menjadi kekuatan fundamental yang menentukan masa depan Partai dan negara,” ujar Xi sembari menekankan perlunya sikap untuk selalu memprioritaskan rakyat. Xi juga mendorong reformasi dan kebijakan pintu terbuka sebagai langkah penting yang menentukan masa depan dan nasib Tiongkok pada masa kini.

“Pembangunan Tiongkok tidak dapat tercapai tanpa keterlibatan dunia, dan dunia juga membutuhkan Tiongkok untuk mewujudkan kesejahteraan,” kata Presiden Tiongkok. Dia juga menambahkan, Tiongkok akan selalu berkomitmen melestarikan perdamaian, pembangunan, kerja sama, dan prinsip yang saling menguntungkan, serta berupaya membangun hubungan internasional jenis baru, dan komunitas dengan masa depan bersama.

Rakyat Tiongkok berduka. Tiongkok ucapkan selamat jalan kepada Kamerad Jiang Zemin. Foto: CGTN

Ucapan belasungkawa terus berdatangan dari dalam dan luar negeri

Segera setelah kabar tentang wafatnya Jiang Zemin diumumkan, ratusan karangan bunga terlihat di sejumlah lokasi penting dalam kehidupan pemimpin Tiongkok ini.

Karangan bunga juga diletakkan di depan kediaman Jiang di kampung halamannya Yangzhou, Provinsi Jiangsu, serta lapangan di Shanghai Jiao Tong University, almamaternya.

Senin lalu, masyarakat dari seluruh lapisan di Beijing berbaris di sejumlah jalanan untuk melihat Kamerad Jiang, dan menunjukkan ungkapan duka cita ketika mobil jenazah bergerak dari Chinese PLA General Hospital menuju Babaoshan Revolutionary Cemetery.

Di Wilayah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR) dan Macau SAR, masyarakat dari seluruh lapisan mendatangi Liaison Office di kedua SAR ini untuk menunjukkan ungkapan duka citanya.

Eric Chu, Ketua Partai Kuomintang Tiongkok, dan rekan seperjuangan di Tiongkok Daratan, turut mengucapkan belasungkawa atas wafatnya Jiang.

Banyak pemimpin negara dan lembaga internasional turut menyatakan belasungkawa lewat telepon, surat, dan sarana komunikasi lain kepada Presiden Xi atas wafatnya Jiang.

Menurut Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Jiang sangat memperjuangkan keterlibatan Tiongkok dalam hubungan internasional, mempromosikan kemajuan ekonomi Tiongkok, bergabungnya Tiongkok dalam Organisasi Perdagangan Dunia, serta memimpin Tiongkok menggelar ajang penting “Fourth World Conference on Women”.