Wed. Jan 22nd, 2020

Tiga Saksi: Tidak Ada Intervensi dalam Proses Pembelian Pesawat Garuda

                                   

Tiga saksi, yaitu mantan direktur operasi Garuda, Capt Ari Sapari; mantan direktur keuangan, Elisa Lumbantoruan; dan mantan vice president keuangan, Albert Burhan; menyampaikan kesaksiannya pada sidang ketiga dugaan kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat terbang terhadap mantan direktur utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2020).

Mereka menyatakan, tidak ada intervensi dari Emirsyah Satar dalam proses pengambilan keputusan program perawatan engine (total care program) serta pembelian pesawat Airbus A330, Airbus A320, Bombardier CRJ 1000 NG, dan ATR 72-600. Seluruh proses itu diputuskan direksi Garuda berdasarkan rapat direksi.

Menurut mereka, dalam rapat-rapat tersebut semua peserta diberi kebebasan untuk berbicara dan menyatakan pendapat secara independen. Dengan demikian, pengambilan keputusan dilakukan secara kolegial.

Keputusan itu, kata mereka, disetujui secara bulat oleh seluruh direksi atas usul yang diajukan oleh tim dari berbagai unit. Bahkan Emirsyah meminta unit Audit Internal untuk melakukan audit perhitungan dan kinerja terhadap usul yang diajukan oleh tim tersebut.

Dalam kesaksian itu, Ari menyampaikan kebanggaannya menjadi bagian dari direksi Garuda bersama Emirsyah. “Selama saya berkarier di Garuda sejak tahun 1975 dan hingga saat ini, Garuda pada masa kepemimpinan Emirsyah mengalami periode yang paling hebat,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Elisa, “Periode kepemimpinan Emirsyah merupakan periode terbaik Garuda sepanjang sejarah. Nilai perusahaan pada tahun 2007 hanya 200 juta rupiah, tapi pada tahun 2012 berkembang menjadi senilai 1,4 miliar dolar AS.”

Tak beda pula dengan yang disampaikan Albert, “Garuda masa Emirsyah jauh lebih baik karena berhasil bangkit dari perusahaan yang hampir kolaps menjadi berkembang pesat.”

Selama menjabat sebagai direktur utama Garuda dari tahun 2005 hingga tahun 2014, Emirsyah berperan instrumental. Garuda sebagai airlines pembawa bendera negara “diselamatkan” dari kebangkrutan. Bahkan melalui program transformasi “quantum leap” Garuda menjadi airlines bintang lima dan masuk dalam sepuluh airlines terbaik dunia, juga meraih “the world’s best cabin crew”.

Maka dari pernyataan ketiga saksi itu, terdengar bahwa hal yang disampaikan tidak mendukung dakwaan jaksa.