Wed. Jul 15th, 2020

Tersangkut Stub Wings Mi-35P TNI AD, Mobil TNI AL Terangkat 5 Meter dan Terjatuh

Insiden helikopter Mil Mi-35P Hind E registrasi HS-7154 Puspenerbad menukik mundur saat mengangkut Kepada BNPB, Letjen TNI Doni Monardo bersama rombongan di Lapangan Gesit, Tahuna, Kep. Sangihe, Senin (6/1/2020). Sumber gambar: Metro TV.

                                   

Lantaran tersangkut stub wings (sayap horizontal kecil) tiang persenjataan helikopter Mil Mi-35P Hind E Pusat Penerbangan TNI AD (Puspenerbad), mobil dinas Perwira Pelaksana (Palaksa) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tahuna terangkat setinggi kurang lebih 5 meter dan kemudian jatuh ke tanah. Nahasnya, bersamaan dengan jatuhnya mobil itu, tangki cadangan avtur heli di sayap kiri ikut terlepas dan menimpa mobil dinas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe.

Insiden ini terjadi Senin (6/1/2020) kemarin sekitar pukul 11.52 WITA di Lapangan Gesit Kelurahan Sawangbendar, Kececamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Helikoter serang dengan nomor registrasi HS-7154 itu ditumpangi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo bersama rombongan.

Dari laporan kronologis yang IndoAviation terima, pada pukul 11.30 WITA Doni bersama rombongan tiba di Lapangan Gesit usai memberi pidato sambutan di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati Sangihe.

Berselang 5 menit, mesin helikopter mulai dihidupkan. Pada saat itu Kapten Cpn Faris Affandi sebagai Pilot dan Lettu Cpn Erika kopilotnya. Kemudian pukul 11.40 WITA, Doni bersama rombongan masuk ke kabin heli.

Pada pukul 11.50 WITA heli lepas landas untuk menuju Siau di Kabupaten Sitaro. Baru melesat beberapa detik, ternyata heli tersebut kehilangan tenaga untuk naik dan hanya terbang rendah.

Tiba-tiba heli menukik mundur, sehingga bagian ujung sayap kiri mengait bagian depan mobil dinas Palaksa Lanal Tahuna, Letkol Laut (P) Christian jenis Suzuki Ertiga warna biru beregistrasi 6304-VIII. Mobil yang diparkir di pinggir kanan Lapangan Gesit itu lalu terangkat setinggi kurang lebih 5 meter selama beberapa detik.

Kemudian mobil itu terlepas dan jatuh ke tanah. Jatuhnya mobil diikuti jatuhnya tangki cadangan avtur di sayap kiri heli dan menimpa bagian belakang mobil dinas Pemkab Kepulauan Sangihe jenis Toyota Rush dengan nomor polisi DL 1470 A.

Sumber gambar: Subdetasemen Polisi Militer XIII/1-1.

Awak kokpit berhasil mengendalikan helikopter sehingga dapat didaratkan dengan aman ke posisi semula.

Berdasarkan keterangan dari Faris, insiden itu terjadi karena helikopter tidak bisa naik. Dia menjelaskan, saat itu heli yang ia terbangi tidak memiliki tenaga untuk naik yang diakibatkan adanya perubahan cuaca. Dia menurutkan, saat itu tiba-tiba berhembus angin kencang.

Dugaan sementara penyebab insiden tersebut adalah cuaca di wilayah Sangihe yang tidak menentu sehingga sehingga helikopter kehilangan tenaga untuk terangkat naik.

Meskipun tidak ada korban dalam insiden ini, namun insiden ini menyumbang kerugian materiil. Helikopter Mi-35P tersebut mengalami kerusakan pada bagian ujung sayap kiri dan tangki avtur cadangan sebelah kiri.

Mobil dinas jenis Suzuki Ertiga milik Lanal Tahuna rusak berat pada bagian depan, badan samping kiri dan bagian belakang. Selain itu, mobil dinas Bupati Kepulauan Sangihe jenis Toyota Rush juga rusak pada bagian belakang.

Saat ini helikopter Mi-35P Puspenerbad tersebut masih berada di Lapangan Gesit Tahuna untuk diperbaiki.