Ternyata Citilink Lebih Dulu Setop Operasi Ketimbang Lion Air Group

Read Time:2 Minute

Terhitung mulai Rabu (27/5/2020) kemarin, tiga maskapai Lion Air Group menghentikan sementara operasional penerbangan penumpang rute domestiknya yang dilayani secara berjadwal hingga 31 Mei 2020. Jauh sebelum itu, ternyata Citilink Indonesia telah lebih dulu melakukan kebijakan serupa.

“Citilink sedang setop operasi saat ini sampai dengan 31 Mei 2020 mendatang,” kata Direktur Utama Citilink Indonesia, Juliandra Nurtjahjo, seperti dikutip CNBC Indonesia, Kamis (28/5/2020).

Dia mengatakan, penghentian sementara operasi dilakukan pada 22 Mei lalu dan memang telah direncanakan.

“Terhitung sejak 22 Mei lalu, dan sudah sejak awal exemption flight diberlakukan (7 Mei) kita rencanakan tidak terbang di fase setelah 22 Mei sampai 31 Mei,” imbuhnya.

Sayangnya, Juliandra enggan menyebutkan lebih jauh alasan penangguhan layanan operasional tersebut.

Sebelumnya, maskapai anak perusahaan Garuda Indonesia ini mengumumkan kembali melayani penerbangan penumpang rute domestik mulai 8 Mei 2020 pukul 00.00 WIB.

Dalam keterangan resmi perusahaan yang IndoAviation terima (7/5/2020), disebutkan bahwa layanan penerbangan tersebut diperuntukkan bagi pelanggan yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19.

Baca Juga:

Garuda Ingatkan Calon Penumpang Kantongi SIKM Sebelum Terbang

Mulai Hari Ini Lion Air Group Setop Operasional Penerbangan, Ada Apa?

“Di antaranya adalah pelanggan yang melakukan perjalanan kedinasan, repatriasi WNI/pelajar/pekerja migran/pemulangan orang dengan alasan khusus, pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat dan pelanggan yang keluarganya sakit keras atau meninggal dunia dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang berlaku,” sebut perusahaan.

Sementara itu, terkait penghentian sementara, Lion Air Group menjelaskan bahwa hal ini lantaran banyak calon penumpang yang gagal terbang karena belum memenuhi persyaratan dalam prosedur yang ditetapkan pemerintah.

“Berdasarkan evaluasi atas pelaksanaan operasional penerbangan sebelumnya, banyak calon penumpang yang tidak dapat melanjutkan perjalanan atau tidak bisa terbang dan harus kembali dengan segala biaya yang telah dikeluarkan (kerugian), hanya karena ketidaktahuan atau ketidakpahaman atas ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi untuk dapat melaksanakan perjalanan dengan pesawat udara,” terang Komunikasi Strategis Prusahaan Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan resminya, Rabu (27/5/2020).

Dengan demikian, kata Danang, Lion Air Group berkesimpulan bahwa para calon penumpang masih membutuhkan sosialisasi yang lebih intensif agar lebih mengetahui dan memahami secara jelas terkait dengan ketentuan-ketentuan dan persyaratan yang dibutuhkan untuk bepergian menggunakan pesawat udara.

“Calon penumpang belum sepenuhnya mengetahui dan memahami bagaimana dokumen-dokumen perjalanan dipenuhi dan dimana calon penumpang mendapatkannya,” imbuhnya.

“Masih dibutuhkan waktu agar para calon penumpang lebih mengetahui dan melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan untuk melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat udara. Sehingga, Lion Air Group memutuskan untuk melakukan sosialisasi yang lebih intensif melalui website dan kantor-kantor cabang serta menghentikan sementara operasional penerbangan selama 5 hari,” tandasnya.