Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta Mulai Didesain Secara Menyeluruh

Terminal 4 Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai didesain. Angkasa Pura II (AP II) dan KSO Karya Bersama Nusantara akan merumuskan desain menyeluruh terminal tersebut dalam waktu 18 bulan ke depan, mencakup desain perencanaan teknis, struktur pembiayaan dan desain penataan keseluruhan operasional terminal di bandara itu.

KSO Karya Bersama Nusantara adalah pemenang pelelangan perencanaan Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta yang terdiri dari PT Bina Karya, Yooshin Engineering Corporation, dan PT LAPI Divusi.

Presiden Direktur AP II, Muhammad Awaluddin mengatakan, setelah desain disepakati, maka pembangunan Terminal 4 akan mulai dilakukan pada pertengahan tahun 2021.

“Hari ini dilakukan kick off desain pembangunan Terminal 4, di mana nantinya pembangunan secara fisik baru akan dilakukan pada 2021 dan tuntas pada awal tahun 2024. Terminal 4 ini nantinya menjadi terminal penumpang pesawat terbesar di Indonesia dengan kapasitas mencapai 40 juta penumpang per tahun,” kata Awaluddin, Jum’at (27/12/2019).

Perumusan desain Terminal 4 juga mengakomodir masukan dari berbagai stakeholder seperti misalnya regulator, maskapai, dan pihak pendukung operasional bandara lainnya.

“Pembangunan Terminal 4 jelas mengarah ke advanced technology dengan konsep smart environment, smart mobility dan smart security,” ujarnya.

Awaluddin mengatakan konsep smart environment harus disesuaikan dengan kondisi di Indonesia dan tidak harus meniru mentah apa yang diterapkan di luar negeri. Namun dia menekankan bahwa bandara ini harus mendukung pemanfaatan energi baru dan terbarukan.

Sementara smart mobility, Terminal 4 banyak menyediakan self-check in counter, self-baggage drop, mobile check-in dan fasilitas lainnya sesuai dengan tren pelancong saat ini.

Sedangkan smart security, Terminal 4 akan mengimplementasikan smart CCTV serta full body scanner x-ray dan peralatan keamanan terkini lainnya.

Awaluddin juga menekankan bahwa pembangunan Terminal 4 harus mudah dan siap mengakomodir infrastruktur teknologi informasi terkini dan mengantisipasi dinamisnya perkembangan teknologi ke depannya.

“Setiap teknologi harus dengan mudah dan murah digunakan supaya Terminal 4 dapat mengakomodir kebutuhan traveler dan beroperasi secara efektif,” ungkapnya.

Terminal 4 seluas 400.000 meter persegi diproyeksikan mampu melayani hingga 40 juta penumpang per tahun.

Dalam rencana pengembangan, Terminal 4 akan menerapkan inovasi teknologi. Di antaranya pemanfaatan artificial intelligence, internet of things, big data analytics, roboting, automation, virtual reality hingga augmented reality.

“Melalui pengembangan Terminal 4 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Angkasa Pura II akan ikut mendorong kinerja sektor kebandarudaraan dan industri penerbangan nasional ke level yang lebih tinggi dari sekarang, tidak berkutat di hal-hal konvensional. Kita ingin mewujudkan era baru berbasis infrastruktur digital di pelayanan kebandarudaraan,” tandasnya.