Fri. Feb 28th, 2020

Terdampak Penutupan Rute Cina, Maskapai Bakal Dapat Insentif

tiket pesawat

Sejumlah armada pesawat maskapai penerbangan nasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sumber gambar: Fida Perkasa.

                                   

Pemerintah mendorong seluruh stakeholder terkait untuk memberikan insentif kepada maskapai penerbangan yang terdampak penutupan rute dari dan ke Cina. Demikian disampaikan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi usai mengadakan rapat bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta sejumlah stakeholder penerbangan, Rabu (12/2/2020).

Selain mendorong pemberian insentif, pemerintah juga akan memberikan kemudahan lainnya seperti tarif-tarif yang lebih murah di tiga destinasi yang banyak dituju turis Cina, yakni Bali, Manado, dan Kepulauan Riau. Pemerintah juga menganjurkan pengusaha hotel memberikan tarif-tarif yang lebih baik, serta membuat kegiatan-kegiatan di tempat tujuan destinasi agar daerah-daerah itu tetap ramai.

“Contoh insentif dari Pemerintah kepada maskapai misalnya; PNBP akan kita kurangi, kemudian API dan AP II mengurangi landing fee, diskon sewa ruangan, dan sebagainya. Jadi Pemerintah, operator bandara, maskapai, hotel harus sama-sama memberikan insentif,” ujar Budi di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Menurutnya, tidak mungkin pemerintah melakukan pemberian insentif sendiri kepada maskapai. Maskapai dan hotel juga harus memberikan kemudahan bagi para tamunya. “Hal ini dilakukan untuk menggenjot sektor pariwisata. Supaya orang tetap punya keinginan untuk berlibur,” imbuhnya.

Budi mengatakan, Menteri Keuangan juga telah menyampaikan hal ini, dan akan dibahas kemungkinan insentif apa yang akan diberikan. Dengan adanya insentif ini, diharapkan industri penerbangan dan perhotelan dapat bertahan menghadapi dampai virus corona.

“Dalam beberapa hari ini kami akan membuat suatu klarifikasi, dan akan kami usulkan ke Presiden pekan depan,” terang Budi.