Terbang Perdana Wings Air Rute Kupang-Lewoleba Batal

Read Time:1 Minute

Sedianya pada 30 November 2020, Wings Air terbang perdana rute Kupang-Lewoleba. Namun karena ada notam bahwa operasional Bandara Wonopito (LWE), Lewoleba di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), tutup pada 29 November 2020 pukul 12.58-16.00 WITA dampak dari erupsi dan aktivitas Gunung Ile Lewotolok, penerbangan ini batal.

“Material abu vulkanik dapat merusak pesawat udara, sehingga membahayakan penerbangan. Untuk memastikan keselamatan dan keamanan, layanan penerbangan perdana Wings Air itu dibatalkan,” ujar Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Wings Air dalam siaran pers, Senin (30/11/2020).

Danang menjelaskan,
terganggunya operasional dari akibat gunung meletus termasuk force majeure. Keadaan ini terjadi di luar kemampuan sumber daya manusia dan perusahaan.

“Kami sudah memberikan informasi kepada seluruh penumpang. Terkait pembatalan penerbangan tersebut, kami memberikan solusi, antara lain, penjadwalan ulang; reschedule, keberangkatan pada hari berikutnya atau melakukan pengembalian dana; refund, sesuai aturan yang berlaku,” tuturnya.

Penerbangan rute Kupang-Lewoleba dan sebaliknya merupakan bagian dari konektivitas “Trans-NTT”. Terbang dari Bandara El Tari (KOE) di Kupang ke berbagai destinasi di NTT, konektivitas ini untuk membuka pusat ekonomi baru yang mempunyai sentra kerajinan, industri kreatif, dan pertumbuhan sektor lainnya.

Rute pertama yang diterbangi dalam konektivitas “Trans-NTT” adalah Kupang-Ruteng, yang terbang perdana pada 24 November 2020. Penerbangan Wings Air ke Bandara Frans Sales Lega (RTG) di Ruteng ini beroperasi satu kali sehari dengan pesawat ATR 72-500 atau ATR 72-600 berkapasitas 72 tempat duduk.

Foto: Wings Air (Maulana Arif Sincan)