Terapkan Protokol Kesehatan yang Baik, Kembalikan Kepercayaan Publik untuk Terbang

Read Time:2 Minute

Dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik, diharapkan pemulihan industri penerbangan tidak berlangsung lama. “Tidak mudah mengembalikan kepercayaan orang untuk naik pesawat terbang. Namun kita berupaya dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik, recovery-nya tak akan lama,” ujar Novie Riyanto Rahardjo, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Hal tersebut mengemuka dalam webinar series “Efektivitas Pengaturan, Standar Kesehatan Sarana Prasarana Transportasi Udara, dan Perubahan Perilaku Pengguna Jasa menuju Terbang Aman Terbang Nyaman” yang diselenggarakan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan (Balitbanghub), Rabu (16/9/2020).

Novie mengatakan, sampai saat ini untuk pemulihannya memang tak mudah. Disampaikannya bahwa pada Maret-April-Mei 2020, pergerakan pesawat dan jumlah penumpang betul-betul minim; sampai titik terendah.

“Juni sudah ada kenaikan. Agustus-September naik, tapi jumlah penumpang memang masih stagnan dengan load factori 48-50 persen. Recovery itu tak mudah,” tutur Novie, seraya berharap tingkat keterisian penumpang nantinya bisa kembali di atas 80 persen.

Sebelumnya, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B. Harmadi mengatakan, perubahan perilaku untuk mematuhi protokol kesehatan menjadi hal pertama yang harus dilakukan semua pihak terkait operasional transportasi udara. Untuk itu, regulator, pengelola bandara, pesawat terbang, juga penumpang, harus terus diingatkan.

“Guru dari pengetahuan itu adalah pengulangan yang berulang-ulang,” ucapnya. Pengingatan ini bisa berupa motivasi dari luar dengan sedikit pemaksaan atau kesadaran dari dalam diri sendiri. “Konsistensi jadi sangat penting.”

Sonny juga menyampaikan agar bandara dan maskapai menyediakan fasilitas untuk mendukung pelaksanaan protokol kesehatan itu yang memudahkan. Di samping itu, diperlukan desain jenis sanksi bagi yang tidak patuh. “Bukan hanya denda, bisa juga mereka yang tak patuh itu dibuat repot, seperti KTP ditahan untuk diambil seminggu kemudian,” tuturnya.

Ditegaskan pula agar Balitbanghub, “Cari strategi yang jitu karena transportasi udara harus tetap berjalan, seperti beri insentif dan saling mendukung antarsemua pihak terkait. Dengan begitu, penegakan kepatuhan benar-benar terjadi.”

Balitbanghub memang sudah menggandeng empat perguruan tinggi (UGM, UI, ITB, ITS) dalam melakukan berbagai kajian untuk perkembangan transportasi yang sehat dan aman pada masa dan pascapandemi Covid-19.

Beberapa hasil kajian disebarkan pada masyarakat lewat beberapa webinar series. Webinar series pertama yang dipandu Kepala Pusat Libang Transportasi, Capt Novyanto Widadi ini menghadirkan peneliti dari UI: Prof Budi Sampurna, Bagus Takwin, dan Krisna Puji Rahmayanti; serta Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penerbangan Indonesia (Perdospi) dr Wawan Mulyawan dengan moderator dr Sonia Wibisono.

Kepala Balitbanghub Umiyatun Hayati Triastuti pun berharap, dalam webinar series ini banyak mendapat masukan positif demi mengembalikan lagi kepercayaan masyarakat terhadap transportasi udara.

Foto: Indoaviation