Wed. Jul 15th, 2020

Tengah Diperselisihan Soal Tarif di AS, Airbus Malah Tingkatkan Produksi

Pesawat Airbus A320. Sumber gambar: radarbox.com

                                   

Pabrikan pesawat kawakan asal Eropa, Airbus memutuskan untuk meningkatkan kapasitas produksi pesawat jet keluarga A320 di fasilitas pabrik yang ada di Alabama, Amerika Serikat di tengah perselisihan soal tarif yang menghampiri.

Dikutip dari CNBC, pihak perusahaan menyebutkan pada Kamis (9/1/2020) lalu bahwa saat ini fasilitas tersebut memproduksi lima pesawat per bulan dan akan ditingkatkan menjadi tujuh unit per bulan pada awal 2021. Dengan dilakukannya peningkatan tersebut, pabrikan menambah 275 pekerjaan selama tahun depan.

Peningkatan kapasitas produksi di fasilitas pabrik Alabama akan membawa produksi keluarga Airbus A320 di empat fasilitas pabrik meningkat 63 unit per bulan pada tahun 2021. Peningkatan pesanan datang setelah saingan utamanya, Boeing, pabrik pesawat asal AS terpincang oleh krisis 737 MAX.

Airbus berjuang untuk mengimbangi permintaan yang kuat, yang merupakan pendorong utama dalam meningkatkan produksi, kata seorang juru bicara. Pelanggan besar seperti JetBlue Airways menghadapi keterlambatan pengiriman pesawat jenis tersebut akibat masalah yang melanda.

Pemerintah AS mengatakan pada Oktober lalu bahwa mereka akan menerapkan tarif pada pesawat Airbus setelah WTO memihak AS dalam perselisihan yang terjadi selama 15 tahun mengenai subsidi pemerintah Eropa untuk Airbus bagi pesawat yang dirakit di Eropa.

Diwartakan Reuters, pesawat Airbus yang dirakit di pabrik AS dan dikirim ke maskapai AS saat ini dibebaskan dari bea masuk 10%.

Airbus sebelumnya mengatakan, pihaknya membayangkan kapasitas di fasilitas pabrik Alabama bisa mencapai delapan pesawat per bulan. Sejak tahun 2015, fasilitas ini merakit bagian-bagian pesawat yang dikirim dari Eropa untuk dikirim ke pelanggan.

Selain itu, di fasilitas ini Airbus juga telah mulai memproduksi pesawat A220, pesawat lorong tunggal yang lebih kecil dari A320. Airbus berharap dapat melakukan pengiriman pertama pada kuartal ketiga, naik menjadi empat unit sebulan pada pertengahan dekade ini.