Tarif Tiket Bakal Naik 2 Kali Lipat, Maskapai: Sangat Dinanti!

Menyusul diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana menaikkan tarif tiket pesawat menjadi dua kali lipat.

Dijelaskan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto, revisi tarif batas tiket pesawat berdasarkan pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang diterbitkan 9 April lalu.

Merujuk pada aturan itu, Novie mengatakan TBA pesawat penumpang niaga terjadwal berpotensi naik hingga dua kali lipat dari harga yang berlaku saat ini.

“Kami menghitung seolah-olah satu penumpang menjadi (membayar) dua tiket. Jadi (kenaikan tarif) hampir dua kali lipat,” sebutnya di Jakarta, Ahad (12/4/2020).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA), Denon Prawiraatmadja menyatakan bahwa insentif dari pemerintah sangat dinanti di tengah lesunya industri penerbangan.

Baca Juga:

PSBB Berlaku, Tarif Tiket Pesawat Naik Dua Kali Lipat

Angin Segar, Kemenhub Usul Stimulus Biaya Parkir Pesawat

Bos Whitesky Aviation ini mengatakan, sejak awal tahun hingga Februari, industri tertekan setelah penerbangan ke Cina dan Arab Saudi dihentikan akibat wabah Covid-19. Kondisi ini terus berlanjut ke negara-negara lainnya yang memutuskan untuk membatasi bahkan menghentikan layanan penerbangan di negara mereka.

Pada Maret lalu, harapan pada penerbangan domestik pun sirna setelah Indonesia berfokus mengatasi penyebaran virus tersebut di dalam negeri. Pemerintah mengatur agar setiap penerbangan hanya boleh terisi maksimal 50% dari kapasitas yang ada.

“Sampai minggu keempat Maret, penurunan pendapatan maskapai rata-rata sekitar 30 persen,” ungkap Denon, seperti dikutip Bisnis.com, Senin (13/4/2020).

Sejumlah maskapai penerbangan tengah menanti kepastian implementasi wacana pemerintah memberikan stimulus untuk industri penerbangan nasional.

“Kami masih menunggu ketetapan TBA dan TBB yang baru. Untuk skenarionya nanti adalah penumpang kami batasi,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra.

Komunikasi Strategis Perusahaan Grup Lion Air, Danang Mandala Prihartono pun mengungkapkan hal serupa. “Kami masih memantau perkembangannya,” kata Danang.

Danang menyatakan, Grup Lion Air akan mengikuti kebijakan yang diterbitkan pemerintah.