Sun. Sep 22nd, 2019

Tarif Ojol di Seluruh Kota di Indonesia Diberlakukan Sesuai Zona

Besok (2/9/2019) mulai pukul 00.00, aplikator Gojek dan Grab Indonesia akan menerapkan tarif yang sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348/2019. Sebelumnya, tarif ini sudah diterapkan di 123 kota tempat operasional ojek online (ojol). Saat ini ada 221 kota tempat operasional ojol Gojek dan 224 ojol Grab.

“Tarif ojol akan diberlakukan sama untuk tiap zona di seluruh Indonesia,” kata Ahmad Yani, Direktur Angkutan Jalan, Ditjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan di Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Ahmad Yani mengatakan, “Dengan adanya pemberlakuan tarif ini akan bermanfaat untuk kesejahteraan para driver dan meningkatkan penggunaan transportasi berbasis online.” Peningkatan pendapatan pengemudi ojol, diharapkannya akan meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jasa, terutama berkonsentrasi dalam mengemudi untuk menjamin keselamatan.

Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 348 Tahun 2019 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi, tarif ojol di Indonesia terbagi menjadi tiga zona. Zona I untuk wilayah Sumatera, Jawa (tanpa Jabodetabek), dan Bali; Zona II terdiri dari kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek); dan Zona III yaitu Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan Papua.

Tarif bersih (nett) untuk Zona I dengan batas bawah Rp1.850 dan batas atas Rp2.300; biaya jasa minimal Rp7.000-Rp10.000. Zona II dengan batas bawah Rp2.000 dan batas atas Rp2.500; biaya jasa minimal Rp8.000-Rp10.000. Zona III dengan batas bawah Rp2.100 dan batas atas Rp2.600; biaya jasa minimal Rp7.000- Rp10.000.

Pada kesempatan yang sama, Vice President Public Policy & Government Relations Gojek, Panji Winanteya Ruky mengatakan, “Kami senantiasa mendukung upaya pemerintah untuk mengedepankan ojek online serta memperbaiki layanan demi kesejahteraan driver dan masyarakat di seluruh Indonesia.”

Senada dengan hal itu, Grab juga mendukung kebijakan tarif ojol dari pemerintah. “Kami sudah menyiapkan algoritma agar tarifnya sesuai dengan kebijakan. Kami juga sudah survei terhadap mitra pengemudi dan sampai saat ini masih positif untuk peningkatan pendapatan mereka. Pengguna jasa pun nyaman,” ujar Tirza Munusamy, Head of Strategy and Planning-Public Affair Grab Indonesia.

Dengan adanya perhatian dan kepedulian dari pemerintah, Gojek dan Grab juga memiliki komitmen untuk secara berkesinambungan meningkatkan kompetensi dan kapabilitas mitra pengemudinya. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jasa, terutama untuk menjamin keselamatan berkendara.

Di sisi lain, pemerintah juga terus berupaya menertibkan ojol dalam menaikkan dan menurunkan pengguna jasanya, termasuk menunggu. “Kami akan bekerja sama dengan kedua aplikator untuk mengembangkan, baik pelayanan maupun pengadaan shelter bagi para pengemudi ojol agar tidak selalu berhenti di pinggir jalan saat menunggu penumpang,” ucap Ahmad Yani.

Foto: Ditjen Hubdat

Baca ini juga ya!