Fri. Feb 28th, 2020

Tarif Ojol Bakal Berubah, Naik atau Turun?

                                   

Hari ini (22/1/2020), Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengadakan rapat terkait perubahan tarif ojek online (ojol). Rapat ini melibatkan asosiasi pengemudi ojol, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), karena ada masukan dari komunitas terkait.

Sehari sebelumnya, Direktur Angkutan Jalan Ahmad Yani mengatakan, Kemenhub sudah membuat time line bersama pihak-pihak terkait untuk mengkaji peeubahan tarif ojol itu, termasuk mengajak bicara para aplikator. Rapat lanjutannya akan dilaksanakan pada Jumat (24/1/2020) membahas tarif, termasuk simulasi terhadap komponen-komponen yang berkontribusi.

“Pemerintah akan mengevaluasi dulu komponen-komponen itu. Nanti keluar angkanya. Apakah nanti disetujui YLKI, kita cari titik tengahnya. Nanti ada perwakilan masyarakat juga,” kata Yani dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Yani menjelaskab, perubahan tarif ojol itu bisa naik atau turun dari tarif yang berlaku saat ini. Bisa turun karena salah satu komponen itu, yakni bahan bakar, biayanya turun. Apa saja komponen-komponen itu?

Dipaparkannya komponen- komponen yang diperhitungkan itu, antara lain, penyusutan kendaraan, bunga modal kendaraan, biaya pengemudi, asuransi, pajak kendaraan, pajak BBM, biaya pemeliharaan dan perbaikan, juga biaya telepon seluler dan pilsa, serta profit mitra kerja.

Kata Yani, “Semua komponen dihitung. Untuk biaya pengemudi misalnya, itu termasuk penghasilannya, biaya jaket, helm, dan sepatu. Biaya hp, bahkan pulsanya pun dihitung. Asuransi juga untuk penumpang, pengemudi, dan kendaraan.”

“Apakah dari hasil hitungan tersebut perlu dinaikan atau tidak? Saya kira teman-teman gak mau lagi ada kenaikan yang cukup besar. Kami harap Jumat bisa kita bahas bersama. Kebijakan itu keluar setelah mendengarkan YLKI,” tuturnya.