Fri. May 29th, 2020

Tak Kantongi Hasil Rapid Test, Penumpang Tak Bisa Beli Tiket Pesawat

Ilustrasi penumpang pesawat. Sumber gambar: BBC.

                                   

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Anas Ma’ruf menyebutkan, calon penumpang yang tidak mengantongi surat dokumen perjalanan atau surat tugas dari kantor serta surat bebas Covid-19 berdasarkan hasil rapid test tidak dapat membeli tiket pesawat.

Anas menegaskan, semua penumpang yang ingin berpergian menggunakan pesawat terbang harus mengikuti prosedur tersebut.

“Syarat membeli tiket adalah yang bersangkutan harus punya surat dokumen perjalanan, kemudian juga punya surat kesehatan dan yang penting adalah bebas atau punya hasil rapid test (Covid-19),” kata Anas saat konferensi pers secara virtual, seperti dikutip CNN Indonesia, Kamis (21/5/2020).

Anas menyarankan agar calon penumpang melakukan rapid test Covid-19 antara 7 sampai 10 hari sebelum melakukan penerbangan.

Baca Juga:

Terbang dengan Garuda, Nasabah Citibank Dapat Bagasi Gratis 20 Kg

KKP Tolak Keberangkatan Lebih dari 100 Calon Penumpang Pesawat di Soekarno-Hatta

Rapid test kami menggunakan pedoman yang dipakai, 7 sampai 10 hari. Namun kemudian ada beberapa yang menggunakan lebih menjadi 14 hari, itu masih kami terima. Tapi rata-rata 7 sampai 10 hari sesuai dengan pedoman penanggulangan covid,” jelas Anas.

Setelah prosedur pembelian tiket, calon penumpang kemudian harus melewati serangkaian pemeriksaan ketika sampai di bandara. Menurut Anas, di bandara setidaknya ada tiga titik pemeriksaan.

Titik pertama di SCP I untuk pemeriksaan dokumen kesehatan, dokumen perjalanan, hingga dokumen pribadi seperti KTP.

Di titik kedua, calon penumpang akan dicek kembali oleh petugas kesehatan. Petugas juga akan memeriksa kembali hasil rapid test calon penumpang.

“Karena seseorang bisa saja dokumennya lengkap, tapi ketika dicek kondisi kesehatannya tidak memenuhi dari suhunya saturasi oksigen, dan lain-lain. Setelah itu, kemudian kalau memang semua memenuhi syarat, baru kemudian diterbitkan izin kesehatan atau clearance kesehatan,” terangnya.

Titik pemeriksaan terakhir dilakukan ketika calon penumpang melakukan check-in seperti biasa sebelum melakukan penerbangan.

Anas mengklaim seluruh prosedur pemeriksaan itu tidak akan memakan waktu lama. Namun, di sisi lain, ia menyarankan agar calon penumpang berada di bandara 3 jam sebelum keberangkatan.