Thu. Dec 12th, 2019

Tahun Depan Bandara Internasional Minangkabau Punya Terminal Baru

Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Sumber gambar: Humas AP II.

Terminal baru di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) siap menjalani soft operation pada Februari 2020. Hingga saat ini progres pekerjaan sudah mencapai sekitar 60%.

Gedung terminal baru untuk penumpang pesawat itu dibangun persis di samping terminal yang saat ini beroperasi.

Nantinya, terminal baru dan terminal yang ada saat ini akan terhubung, sehingga akan dilakukan desain ulang tata letak gedung terminal untuk menjamin kelancaran alur keberangkatan dan kedatangan penumpang di rute domestik mau pun internasional.

Dengan adanya dua terminal, BIM bakal memiliki kapasitas 5,7 juta penumpang pesawat setiap tahunnya, atau meningkat dibandingkan saat ini yang hanya 2,2 juta penumpang per tahun.

“Pada Februari 2020, terminal baru siap dibuka untuk soft operation, lalu pada September 2020 siap untuk ultimate operation,” tutur Presiden Direktur Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin saat meninjau progres pembangunan terminal baru BIM, Sabtu (30/11/2019).

“Jumlah penumpang pada 2018 sudah mencapai sekitar 4,2 juta orang, sementara kapasitas eksisting hanya sekitar 2,2 juta orang per tahun. Kami berharap dengan adanya terminal baru yang membuat kapasitas menjadi 5,7 juta orang per tahun, maka standar pelayanan dan kenyamanan penerbangan kepada penumpang bisa meningkat.”

Di samping membangun terminal baru, AP II juga telah menyelesaikan pengembangan apron. Apron diperluas menjadi 92.250 meter persegi, sehingga memiliki 15 parking stand pesawat, dibandingkan sebelumnya hanya 8 parking stand.

Parking stand saat ini dapat mengakomodir pesawat jenis Boeing 737, Airbus A320, hingga pesawat berbadan lebar seperti Boeing 747, Boeing 777, dan Airbus A330.

“Melalui pembangunan terminal baru dan perluasan apron, kami optimis Bandara Internasional Minangkabau akan semakin optimal dalam mendukung Padang, dan Sumatera Barat, sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia,” kata Awaluddin.

Baca ini juga ya!