Tahun 2030 Pasar Bahan Bakar SAF Pesawat Bisa Mencapai $60 Miliar

Sebuah laporan baru dari Market Research Future memprediksi pasar bahan bakar penerbangan berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF) akan bernilai $60 miliar pada tahun 2030.

Menurut laporan tersebut, biofuel cair—melalui kandungan energinya dan manfaat karbon siklus hidupnya yang lebih rendah—saat ini merupakan pengganti paling canggih untuk bahan bakar berbasis minyak bumi konvensional.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa kesadaran lingkungan yang berkembang di abad ke-21 akan membuat sektor bahan bakar berkelanjutan menjadi sektor yang selalu ramah lingkungan.

Hingga tahun 2030, pasar Amerika Utara diperkirakan menjadi salah satu pusat penjualan yang kuat untuk bahan bakar SAF karena peningkatan tajam dalam undang-undang dan aktivitas yang membantu proses dekarbonisasi emisi penerbangan.

Dalam laporan itu disebutkan pula kalau otoritas pesawat AS memiliki pangsa nilai yang cukup besar di pasar biofuel penerbangan karena industri penerbangan yang berkembang pesat di negara itu.

Studi mencatat salah satu faktor pembatas utama adalah ketersediaan bahan baku yang buruk atau dapat diabaikan, yang akan memengaruhi kemampuan umum produsen untuk memproduksi dan memproduksi dalam jumlah yang memadai untuk memenuhi kebutuhan audiens target yang terus berkembang di seluruh dunia.

Selain itu, laporan tersebut menyatakan bahwa Cina dan India akan segera mengembangkan infrastruktur rantai pasokan yang memungkinkan mereka mengumpulkan bahan baku yang dibutuhkan untuk memproduksi SAF.