Super Air Jet dan 21 Tahun Lion Air Terbang

Read Time:2 Minute

Assalamualaikum semua …

Hari ini (30/6/2021) tepat 21 tahun Lion Air mengudara. Mulai terbang 30 Juni 2000 rute Jakarta-Pontianak dengan pesawat Boeing 737-200, Lion Air kini sudah menjelajahi hampir seluruh kota besar di Indonesia.

Meski demikian, kabar Lion Air yang terbaca dan terdengar jarang sekali hal baik. Reputasi yang masih melekat sampai sekarang adalah delayed, delayed, delayed… Hal lainnya, insiden, insiden, insiden…; entah itu operasional penerbangannya atau penanganan penumpangnya, apalagi terjadi kecelakaan JT-610 (29/10/2018).

Pasti panjang kalau dibahas detail tentang Lion Air. Jadi, bukan maskapai ini yang menarik diperbincangkan saat ini. Namun yang inilah, yang beberapa hari lalu (25/6/2021) menerima sertifikasi Air Operator Certificate (AOC) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Ya… Super Air Jet! Maskapai ini telah pula memiliki kode penerbangan “IU” dari IATA
(Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional) dan “SJV” dari ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional).

Menurut Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto, PT Super Air Jet telah memegang Surat Izin Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal (SIUAU-NB) dengan Nomor SIUAU/NB-036, yang diterbitkan pada tanggal 17 September 2020. AOC-nya dengan tipe pesawat Airbus A320.

“Proses sertifikasi AOC Super Air Jet mengacu pada ketentuan ICAO dan regulasi penerbangan yang berlaku di Indonesia. Seluruh tahapannya dilaksanakan sembilan bulan. Dengan selesainya seluruh tahapan sertifikasi itu, Super Air Jet dinyatakan telah memenuhi seluruh persyaratan teknis dan keselamatan sebagai pemegang AOC,” papar Novie.

Super Air Jet adalah pemegang AOC pertama yang disertifikasi setelah terbitnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Presiden Nomor  5 Tahun 2021 tentang  Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Persyaratan diterbitkan AOC yaitu minimal jumlah pesawat udara yang dioperasikan adalah tiga unit dengan ketentuan satu milik dan dua menguasai.

Dalam rilis medianya, Super Air Jet memang tidak disebutkan sebagai bagian dari Lion Air Group yang didirikan Rusdi Kirana dan Kusnan Kirana, tidak seperti rilis Batik Air atau Wings Air. Namun indikasinya kuat bahwa keterkaitannya erat.

Direktur Utama-nya adalah Ari Azhari, yang dikenal sebelumnya sebagai petinggi pemasaran di Lion Air Group. Perawatan pesawatnya pun nantinya di Batam Aero Technic (BAT) milik Lion Air Group.

Disebutkan, maskapai penerbangan swasta ini dengan kategori layanan pengangkutan penumpang berjadwal harian. “Berasal dari Indonesia dan
sepenuhnya dimiliki atas penyertaan modal orang lokal (dalam negeri),” kata Ari.

Super Air Jet didesain sebagai sarana transportasi udara bagi kalangan milenial untuk
bepergian dengan tujuan wisata, pendidikan, dan bisnis. Konsepnya berbiaya rendah dengan penerbangan langsung antarkota secara point-to-point di domestik, yang nantinya ke destinasi luar negeri.

Ari menyebutkan, armadanya generasi terbaru Airbus 320-
200 yang berkapasitas 180 kursi kelas ekonomi. “Segmen kawula muda akan terus tumbuh pesat dan Super Air Jet bersiap untuk meraih pasar itu melalui konsep ‘Super Cost’,  yakni menawarkan layanan maskapai berbiaya paling hemat,” ungkapnya.

Entah kapan Super Air Jet terbang perdana, walau disebut “dalam waktu dekat”. Di internet sudah pula ada tawaran tiket penerbanganya dengan harga yang entah, seperti rute Jakarta-Palembang tidak sampai 300.000 rupiah. Namun Novie mengatakan, sampai saat ini belum ada pengajuan resmi untuk rute-rute penerbanganya.

Peluang diwujudkan dengan munculnya Super Air Jet, walau saat ini masih dalam kondisi pandemi covid-19. Seperti juga ketika Lion Air mengudara usai krisis moneter tahun 1998. Atau ketika Wings Air diluncurkan Juni 2004 untuk merambah pelosok yang ditinggalkan Merpati Nusantara. Atau ketika Batik Air mulai terbang pada Mei 2013 untuk menaikkan kelas penumpang Lion Air.

“Nantikan saja kejutan-kejutannya,” begitu pernah dikatakan CEO Lion Air Group Edward Sirait, ketika ditanyakan apa yang akan dilakukan grup maskapainya ke depan.

Foto: Super Air Jet