Thu. Dec 12th, 2019

Sudah Layak Ada Dokter Penerbangan di Setiap OBU

Selayaknya ada dokter penerbangan di setiap Otoritas Bandara Udara (OBU), yang saat ini ada di 10 wilayah. Hal ini berangkat dari keinginan Balai Layanan Umum (BLU) Balai Kesehatan Penerbangan (Balai Hatpen) untuk meningkatkan pelayanan dengan memberikan kemudahan layanan medical examination (medex) bagi personel penerbangan.

“Kami memang menginginkan ada dokter yang memiliki wewenang untuk memberikan sertifikasi kesehatan bagi personel penerbangan di daerah-daerah. Ini bisa memudahkan mereka untuk medex, tidak harus ke Jakarta,” ucap Sri Murani Ariningsih (Rindu), Kepala BLU Balai Hatpen ketika menerima kunjungan media ke gedungnya di kawasan Kemayoran, Jakarta, pada 16 Oktober 2019.

Selama ini, dokter dan petugas kesehatan dari Balai Hatpen mendatangi daerah dan bekerja sama dengan beberapa rumah sakit untuk pemeriksaan personel penerbangan. Itu pun dilakukan jika ada permintaan dari OBU atau pihak yang berkepentingan.

Menurut Kepala Seksi Pelayanan dan Kerja Sama Balai Hatpen, Heri Agus, memang ada wacana untuk memiliki dokter designated aviation medical examiner (damer) di 10 wilayah OBU. “Kita ingin memiliki damer di setiap OBU. Tempat tugasnya bisa di ruang khusus di kantor OBU atau di tempat lain. Ini bisa mendekatkan layanan Balai Hatpen dan meningkatkan pengawasan pada para personel penerbangan yang bertugas di daerah,” ujarnya.

Sepuluh wilayah OBU itu adalah Soekarno Hatta (Jakarta), Juanda (Surabaya), I Gusti Ngurah Rai (Bali), Kualanamu (Medan), Sultan Hasanuddin (Makassar), Minangkabau (Padang), Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (Balikpapan), Sam Ratulangi (Manado), Rendani (Manokwari), dan Mopah (Merauke). Setiap wilayah OBU membawahi belasan sampai puluhan bandara.

Pada kesempatan yang sama, Rindu juga mengungkapkan bahwa Balai Hatpen bakal memiliki gedung baru. Gedung 16 lantai ini sedang dalam proses penyelesaian pembangunan. Letaknya di samping gedung empat lantai yang sekarang menjadi pusat kegiatannya. “Gedung baru akan selesai tahun 2020,” ucapnya.

Aktivitas keseharian Balai Hatpen memang kian meningkat. Sementar gedung untuk aktivitas itu kurang memadai lagi. Saat ini, ruang untuk pemeriksaan personel penerbangan ditempatkan di dua lantai.

Di lantai satu ada ruang untuk pemeriksaan jantung. Di lantai ini juga ada ruang untuk registrasi dan bendahara, serta laboratorium dan apotik. Sementara di lantai dua ada ruang untuk pemeriksaan fisik, gigi, mata, rontgen, dan audiometri.

Ruang lainnya digunakan untuk pegawai dan administrasi, serta ruang dokter dan ruang rapat. Belum lagi untuk ruang-ruang pendukungnya, seperti toilet, ruang menyusui, ruang tunggu, dan mushola. Jadi, gedung lama dianggap kurang layak digunakan lagi.

Layanan utama yang diberikan Balai Hatpen meliputi pengujian fisik dan mental, ketajaman penglihatan dan keseimbangan otot bola mata, audiometri nada murni hantaran udara dan tulang, pemeriksaan dan tindakan kuratif gigi, serta rontgen thorax USG, dan panoramic. Selain itu, dilakukan pengujian jantung dengan EKG, treadmill, dan echocardiogram, serta laboratorium uji darah dan urine, juga elektoensefalogram (EEG) dan fisioterapi.

Rindu menggambarkan, nanti setiap ruang pemeriksaan dilakukan di masing-masing lantai. “Kenyamanan para personel penerbangan yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan bisa lebih kami tingkatkan,” tuturnya. Apalagi personel penerbangan itu wajib datang ke Balai Hatpen secara berkala. Pilot misalnya, wajib melakukan medex setiap enam bulan. Sementara awak kabin dan personel lainnya ada yang setahun dan dua tahun sekali.

Baca ini juga ya!