Fri. Feb 28th, 2020

Sudah Dikaji, Lanud Atang Sendjaja Diusul Jadi Bandara Komersil

Monumen helikopter Sikorsky S-58 T 'Twin pack' di gerbang depan Lanud Atang Sendjaja. Sumber gambar: RRI.

                                   

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengusulkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) agar Pangkalan Udara (Lanud) Atang Sendjaja (ATS) milik TNI Angkatan Udara (AU) dibuka untuk melayani penerbangan komersil. Usulan ini dilontarkan sebagai upaya pemkab meningkatkan aksesibilitas transportasi bagi masyarakat di wilayahnya serta pengembangan pariwisata.

Dijelaskan Kepala Badan Perencanaan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah, hal ini sejatinya telah direncanakan sejak Bupati Ade Yasin menjabat awal tahun 2019. Kata dia, Pemprov Jabar sendiri tidak mempermasalahkan jika Pemkab Bogor memperluas aksesibilitas transportasi, baik di subsektor kereta api hingga udara.

“Dalam rencana penataan transportasi atau perluasan aksesibilitas transportasi, Pemprov Jabar tidak melihat di Kabupaten Bogor ini ada (Lanud) ATS. Makanya kita usulkan,” ujar Syarifah, seperti dikutip merdeka.com, Rabu (29/1/2020).

Menurut Syarifah, jika Lanud ATS dijadikan sebagai bandara komersil, maka tidak akan memakan banyak biaya dalam pembangunan infrastrukturnya, dibanding membangun bandara baru.

“Sudah ada beberapa pangkalan militer jadi komersil, dan akan lebih murah ketimbang membuat bandara baru,” ucap Syarifah.

Dia memandang, dari segi landasan pacu hingga cuaca, Lanud ATS telah memenuhi persyaratan atau standar untuk menjadi bandara. “Ini potensi yang luar biasa. Terlebih masyarakat sudah terbiasa dengan bisingnya pesawat-pesawat di ATS,” kata dia.

Selain itu, Syarifah mengatakan bahwa Pemkab Bogor juga memiliki kepentingan dengan adanya bandara komersil. Terlebih, dalam upaya pengembangan kawasan wisata yang ada kabupaten ini.

Baca Juga:

Purnawirawan TNI AU: Jangan Terlalu Berharap dengan Su-35

Mantan Danskadron 11 Akui Rafale yang Diminati Prabowo Sangat Superior

“Salah satunya Geopark, Ecopark Lido yang akan dimudahkan akses transportasinya jika ATS menjadi bandara komersil. Mahasiswa IPB kan banyak dari luar daerah, tentu akan lebih mudah, ditambah ada jalan-jalan tol baru,” paparnya.

Sudah Dikaji IPB

Syarifah mengatakan, Pemkab Bogor juga akan menyerahkan hasil kajian IPB kepada Pemprov Jabar. Kemudian, perencanaan aktivasi Lanud ATS sebagai bandara komersil dibuat oleh Pemprov Jabar.

“Kami juga dapat data dari Damri, bahwa okupansi penumpang dari Kabupaten Bogor, Sukabumi dan Cianjur yang ke Bandara Soekarno-Hatta mencapai 2,2 juta per tahun. Artinya potensinya besar, karena dibanding ke Soekarno-Hatta, lebih dekat ke (Lanud) ATS,” cetusnya.

Sementara itu, Komandan Wing 4 Lanud ATS, Kolonel Pnb AF Picaulima mengungkapkan, pada dasarnya pihaknya mendukung upaya ini, meski harus ada penambahan panjang landas pacu.

Menurutnya, selain masyarakat yang diuntungkan, TNI AU juga mendapat beberapa dampak positif dengan adanya bandara komersil ini.

“Karena di Bogor ada BNPB, Kostrad juga, jadi lebih mudah dalam pergerakan pasukan. Lebih dekat menjangkau (Lanud) ATS dibanding (Bandara) Soekarno Hatta,” tuturnya.

Dia mengatakan, saat ini Lanud ATS memiliki landasan pacu sepanjang 1.500 meter dan akan diperpanjang 700 meter sesuai kajian dari IPB.

“Kalau 2.200 meter, untuk pesawat komersil Boeing (sekelas 737) sudah cukup. Tapi perlu ada perbaikan juga, karena saat ini masih digunakan militer. Landasan pacu banyak masih berupa rumput, nanti harus diaspal,” tandasnya.