Soal Sunat Gaji, Ini Penjelasan Dirut Garuda Indonesia

Soal kabar yang beredar luas tentang pemotongan gaji karyawan berdasarkan stratanya, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra angkat bicara. Dia menjelaskan, langkah pemotongan gaji tersebut diberlakukan untuk memastikan keberlanjutan bisnis perusahaan tetap terjaga di tengah tekanan kinerja industri penerbangan dunia yang goyang karena pandemi Covid-19.

“Pemotongan gaji dilakukan secara proporsional mulai dari level direksi dan komisaris, hingga staf. Mulai dari 10 persen untuk level staf hingga 50 persen untuk direksi dan komisaris,” akunya.

Kata Irfan, pemotongan gaji ini merupakan opsi terbaik untuk saat ini yang bisa diambil oleh perusahaan ditengah tantangan kinerja operasional yang terdampak secara menyeluruh pada lini bisnis sektor penerbangan.

Baca Juga:

Gaji Direksi hingga Karyawan Garuda Indonesia Dipangkas sampai 50%

Garuda Indonesia Tunda Jadwal Terbang 26 Rute

“Kebijakan ini kami ambil dengan pertimbangan yang sangat mendalam atas kondisi perusahaan saat ini, yang kami percaya dapat dan akan terus bertahan melewati masa yang kurang menguntungkan bagi industri penerbangan, sehingga kembali siap dan mampu untuk kembali menjalankan layanan operasional secara optimal ke depannya.”

Dia mengatakan sebagai maskapai pelat merah, Garuda Indonesia berkomitmen untuk terus beroperasi menunjang kebutuhan masyarakat, baik dari layanan logistik maupun operasional penerbangan. Untuk itu, Garuda Indonesia harus mempertimbangkan berbagai hal untuk memastikan perusahaan tetap berkinerja dengan maksimal.

“Dapat kami pastikan pemotongan gaji ini bersifat penundaan, perusahaan akan mengembalikan akumulasi pemotongan pada saat kondisi memungkinkan, sejalan dengan performa kinerja Perusahaan ke depannya. Adapun untuk kebijakan Tunjangan Hari Raya tetap akan kami berikan sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya.