Soal Dugaan Kargo Ilegal di Ferry Flight A330neo Garuda, Ini Instruksi Kemenhub

Airbus A330-900 neo Garuda Indonesia.

Terkait dugaan pelanggaran undang-undang penerbangan pada ferry flight Airbus 330-900neo milik Garuda Indonesia, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyatakan segera melakukan tindak lanjut atas informasi tersebut.

Ferry flight pesawat beregistrasi pesawat PK-GHE dengan nomor penerbangan GA 9721 rute Toulouse – Jakarta diduga membawa kargo yang tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku atau ilegal.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara,  Polana B. Pramesti hari ini (Kamis, 5/12/2019) telah mengeluarkan instruksi untuk melakukan pendalaman atas informasi tersebut kepada Inspektur Penerbangan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I guna mendapatkan bukti adanya pelanggaran yang dilakukan oleh Garuda Indonesia.

Polana menjelaskan, ferry flight wajib memiliki persetujuan terbang (flight approval) serta tidak diperbolehkan untuk membawa kargo dan penumpang dengan tujuan komersial.

Namun dia menekankan, apabila terdapat kargo dan penumpang yang harus diangkut, merupakan bagian yang tidak terpisahkan guna mendukung operasional ferry flight tersebut.

Berdasarkan pendalaman informasi yang nanti dihasilkan, apabila Garuda Indonesia terbukti melakukan pelanggaran, Polana menegaskan akan mengenakan sanksi kepada pihak yang diputuskan bersalah. Pengenaan sanksi sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 78 Tahun 2017 tentang Pengenaan Sanksi Administratif Terhadap Pelanggaran Peraturan Perundang-undangan di Bidang Penerbangan.

“Kepada seluruh operator penerbangan ditegaskan untuk berkomitmen terhadap pemenuhan peraturan perundang-undangan,” tutup Polana.