Thu. Dec 12th, 2019

SMMILE Center Bandara Soekarno-Hatta Siap Jadi Pusat Pengembangan UMKM

Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sumber gambar: AP II.

Angkasa Pura II (AP II) membangun kawasan pengembangan Usaha Mikro, Kecil & Menengah (UMKM), SMMILE (Small, Micro & Medium Business Incubator with Learning and Experience) Center di area Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Melalui SMMILE Center, AP II berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat posisi UMKM sebagai salah satu ujung tombak perekonomian nasional.

Bukan hanya sebagai pusat inkubasi UMKM, SMMILE Center juga merupakan pusat pelatihan UMKM dan pusat pembiayaan UMKM.

Presiden Direktur AP II, Muhammad Awaluddin mengatakan, SMMILE Center secara holistik membantu UMKM untuk berkembang secara berkelanjutan.

Kata dia, paling tidak ada tiga persoalan bagi para pelaku UMKM di Indonesia, yakni akses ke pasar, akses ke sumber-sumber permodalan dan akses untuk pengembangan kompetensi usaha.

“Di SMMILE Center, pengembangan UMKM dilakukan mulai dari inkubasi, pelatihan hingga pembiayaan. Yang terpenting adalah adanya keberlanjutan dalam program pengembangan sampai UMKM memiliki suatu nilai tambah dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional,” ujarnya, Kamis (28/11/2019).

Dia mengklaim, keberadaan SMMILE Center di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sangat strategis.

“Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta merupakan terminal termegah dan terbesar di Indonesia dengan kapasitas 25 juta penumpang pesawat per tahun, baik itu rute internasional dan domestik, bisa menjadikan SMMILE Center sebagai etalase pusat produk dan jasa UMKM nasional.”

Dia menyebut, 18 Desember mendatang SMMILE Center akan menggelar workshop untuk para pelaku UMKM berbasis digital dengan menggandeng Unionspace dan mitra strategis mereka.

“Kami meyakini SMMILE Center akan optimal dalam mendukung pengembangan UMKM. Kami juga menjajaki kemungkinan untuk memperkenalkan produk UMKM di SMMILE Center ini melalui marketplace yang sudah ternama sebagai bagian dari program perluasan akses pasar dan program penjualan offline to online (O2O) bagi para pelaku UMKM.”

SMMILE Center berdiri di atas lahan seluas 8.000 meter persegi yang dilengkapi area hall untuk pertemuan, workshop, pelatihan dan sebagainya, serta 40 tenant modular yang dapat digunakan pelaku bisnis memasarkan produk dan jasa.

Baca ini juga ya!