Wed. Jun 3rd, 2020

Slot Kosong Karena Virus Corona, Bandara Ngurah Rai Jadi Sasaran

                                   

Dengan adanya penutupan semua rute penerbangan ke Cina dari seluruh bandara di Indonesia dan sebaliknya mulai 5 Februari hingga waktu yang belum ditentukan, sejumlah maskapai yang melayani rute tersebut mengalami penurunan utilitas pesawat hingga potensi kehilangan penumpang dan pendapatan cukup besar. Kebijakan penutupan tersebut dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi masuknya virus corona ke Indonesia.

Tak hanya berdampak pada industri penerbangan, masalah-masalah yang kemudian muncul dari penutupan tersebut antara lain menurunnya kunjungan turis asal Cina di sektor transportasi.

Terkait hal ini, pemerintah menyatakan akan memberikan stimulan berupa insentif kepada maskapai nasional yang mengisi slot kosong penerbangan di sejumlah bandara di Tanah Air. Kemungkinan terbesarnya, para maskapai akan tertuju ke Denpasar, Bali untuk menambal kekosongan slot. Namun sayangnya, ketersediaan slot di Bandara I Gusti Ngurah Rai sangat terbatas.

“Semua orang terdampak karena masalah ini. Kita sama-sama mendengarkan, menerima masukan dan mencari solusi. Bagaimana kita dapat melihat opportunity ke depan,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dalam Airlines Coordination Meeting di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Wishnutama juga mengatakan, pihaknya berencana memberikan bantuan promosi dengan membuat paket penerbangan, akomodasi, dan atraksi dengan harga yang kompetitif. Paket tersebut akan dikerjasamakan dengan agen perjalanan, agen perjalanan daring dan operator tur. Selain itu, akan diberikan juga bantuan promosi dengan skema promosi bersama.

Baca Juga:

Aviasi Cina Terpuruk Virus Corona, Pemerintah Ingin Maskapai Nasional Serap Pasar Cina

Rute Cina Disetop, Potensi Kehilangan Mencapai 2,7 Juta Penumpang

“Kami juga sudah berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Kemenhub sendiri akan berupaya memberikan insentif berupa keringanan biaya izin slot, izin rute, dan izin penerbangan dengan persetujuan Menteri Keuangan.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi yang hadir dalam rapat koordinator tersebut menjelaskan, pemerintah tidak hanya membicarakan masalah dan dampak, tapi mencari jalan untuk bagaimana mengisi slot-slot kosong yang selama ini digunakan oleh maskapai dari Cina.

“Ini kesempatan kita semua untuk berkolaborasi. Sebagai contoh Bali, banyak maskapai dari Eropa Timur yang ingin terbang namun masalahnya selama ini adalah ketidaktersediaan slot. Oleh sebab itu kami melihat peluang di mana saja negara yang antusias untuk pergi ke Indonesia,” kata Budi.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi menjelaskan, sebagai pengelola Bandara Ngurah Rai, pihaknya memiliki jumlah slot yang memang diminati berbagai maskapai yang ingin terbang ke Bali.

“Kami akan memprioritaskan penambahan penerbangan internasional yang memang sudah mengajukan permohonan ke kita. Di Bali take off-landing per jam sebanyak 30 penerbangan, dan bisa kita tingkatkan menjadi 32 penerbangan,” kata Faik.

Sementara itu, Presiden Direktur Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan, pihaknya memperkirakan ada 20-25 slot kosong dalam satu hari yang dapat segera dimanfaatkan maskapai di Bandara Soekarno Hatta.