Siapsiagakan Kapal Navigasi, KPLP, dan Perintis untuk Antisipasi Lonjakan Pemudik Naik Kapal Laut

Read Time:1 Minute

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyiagakan kapal navigasi, kapal KPLP, dan kapal perintis untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan jumlah pemudik. Perkiraannya, dari Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Riau, akan banyak pemudik yang menggunakan kapal laut.

Demikian disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt Mugen Sartoto dalam diskusi angkutan Lebaran 2022 bersama Forwahub di Jakarta, Senin (25/4/2022). “Ada 20 kapal navigasi dan 13 kapal KPLP yang disiapsiagakan, juga 111 kapal perintis jika memang diperlukan. Penggunaannya nanti memang situasional, bisa dengan mengubah jalur pelayarannya, ” ujarnya.

Perkiraan akan melonjaknya jumlah pemudik itu sudah terjadi dalam beberapa hari ini. Kata Mugen, per hari rata-rata berangkat 48.000 penumpang. “Memang jumlahnya tidak sama tiap hari, tapi Sabtu lalu mencapai sekitar 60.000 penumpang. Jumlah ini sedikit di bawah jumlah pemudik tahun 2019,” ungkapnya.

Dijelaskannya bahwa dari hasil survei Balitbanghub diprediksi akan ada sekitar 85,5juta pemudik tahun 2022 menggunakan berbagai moda transportasi. Moda transportasi laut diperkirakan kebagian kurang dari 2%-nya dari jumlah itu, yakni sekitar 1,4 juta pemudik.

“Kalau dihitung nanti sampai akhir masa libur Lebaran, jumlahnya memang mendekati, bahkan sedikit lebih atau sekitar 1,45 juta pemudik,” ucap Mugen.

Untuk menjamin keselamatan pelayaran, pada 14 Maret 2022-14 April 2022 sudah dilakukan ramp check dan uji petik kapal. Perhatian lebih akan dilakukan pada daerah yang trafiknya tinggi.

“Kita harus fokus ke daerah yang trafiknya tinggi. Misalnya Jawa Timur, yang butuh perhatian khusus. Pada puncak arus mudik dan balik saya juga akan ke Surabaya karena di sana yang trafiknya tinggi,” ujar Mugen.

Foto: Pelni