Wed. Jan 22nd, 2020

Sepanjang 2019 Lockheed Martin Kirim 134 F-35 ke Pengguna

Pesawat jet tempur siluman F-35B Lightning II milik Angkatan Udara Amerika Serikat. Sumber gambar: Ery.

                                   

Lockheed Martin telah mengirim sebanyak 134 unit contoh pesawat tempur siluman F-35 Lightning II ke para penggunanya sepanjang 2019. Mereka terdiri dari dinas militer Amerika Serikat (AS), mitra pembangunan internasional dan pelanggan Penjualan Militer Asing.

Dalam pernyataan resmi perusahaan, jumlah tersebut melebihi target pengiriman perusahaan, yakni 131 unit. Total pengiriman tahun ini meningkat sekitar 47% dari tahun sebelumnya dan meningkat 103% dari 2017.

Dikutip dari flightglobal (4/1/2020), tahun ini Lockheed Martin menyatakan hanya akan sedikit meningkatkan target jumlah pengiriman, menjadi 141 contoh pesawat. Pada tahun 2023, jumlah total pengiriman hanya akan mencapai 170 unit contoh.

Dilaporkan media tersebut, varian F-35A dengan kemampuan lepas landas dan mendarat secara konvensional jatuh ke harga terendah tahun ini pada kisaran 77,9juta dolar AS per pesawat atau sekitar Rp1,09triliun (kurs Rp13.938).

Dalam rincian perusahaan, pada tahun 2019 sebanyak 81 unit F-35 dikirim untuk militer AS, 30 untuk negara-negara mitra internasional dalam program Joint Strike Fighter dan 23 kepada pelanggan Penjualan Militer Asing.

Lockheed Martin mengatakan, saat ini ada lebih dari 490 jet tempur F-35 yang beroperasi dari 21 pangkalan di seluruh dunia.

“Delapan negara memiliki F-35 yang beroperasi dari pangkalan di negara asalnya dan delapan dinas militer telah mendeklarasikan Kemampuan Operasi Awal untuk pesawat. Angkatan Udara Israel, Angkatan Udara AS, Korps Marinir AS dan Angkatan Udara Kerajaan masing-masing menggunakan pesawat tempur siluman dalam operasi tempur.”

Perusahaan menambahkan bahwa 975 pilot dan 8.585 teknisi telah dilatih untuk pesawat ini. Armada F-35 di seluruh dunia telah mengakumulasikan lebih dari 240.000 jam penerbangan sejak pesawat pertama dikirimkan pada 2011.