Fri. Apr 10th, 2020

Sepakat Dipantau, Perbaikan Pelaksanaan Proyek KA Cepat Jakarta-Bandung

                                   

Pekerjaan proyek KA Cepat Jakarta-Bandung akan dilanjutkan lagi kalau PT KCIC (Kereta Cepat Indonesia China) segera menindaklanjut rekomendasi dari Komite Keselamatan Konstruksi Kementerian Pekerjaa Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Maka Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta pelaksana pekerjaan proyek ini untuk segera menindaklanjuti rekomendasi tersebut.

“Saya sudah minta PT KCIC untuk segera melaksanakan rekomendasi dari Komite Keselamatan Konstruksi Kementerian PUPR agar proyek ini dapat segera dilanjutkan dan dapat selesai sesuai target waktu,” ujar Menhub pada Rapat Pembahasan Tindaklanjut Proyek KA Cepat Jakarta-Bandung di Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Pada rapat tersebut, hadir Dirjen Perkeretaapian Zulfikri, Dirjen Binamarga Sugiyartanto, Ketua Komite Keselamatan Konstruksi KemenPUPR Danis H. Sumadilaga, Dirut PT KCIC Chandra Dwiputra, dan Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono.

Beberapa hari lalu, Komite Keselamatan Konstruksi Kementerian PUPR melayangkan surat yang isinya meminta proyek KA Cepat Jakarta-Bandung dihentikan sementara. Proyek ini dianggap berdampak pada layanan Tol Jakarta-Cikampek.

Ada enam catatan dari Komite Keselamatan Konstruksi, sebagai berikut. Pertama: pembangunan proyek kurang memperhatikan kelancaran akses masuk dan keluar jalan tol. Kedua: proyek mengganggu drainase, kebersihan jalan, dan keselamatan pengguna jalan tol. Ketiga: menimbulkan genangan air.

Keempat: proyek menimbulkan kemacetan dan menggangu kelancaran logistik. Kelima: ada pembangunan pilar LRT tanpa izin. Keenam: pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) belum dilakukan sesuai aturan.

Pada kesempatan itu, Chandra mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah untuk menindaklanjuti catatan dari Komite Keselamatan Konstruksi. Langkah-langkah itu, antara lain, menertibkan kontraktor dalam penggunaan bukaan ataupun akses kerja di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek di km 7, km 9, km 10, km 14, km 15, km 16, km 30, km 31, km 33, km 34, km 129, dan km 141.

KCIC juga memastikan setiap bukaan jalan tol dilengkapi dengan rambu-rambu, seperti hose lamp, rotary lamp, safety fence, flagman, tire wash area, dan traffic control zone. Langkah lainnya adalah melakukan pemompaan air pada saluran drainase, pembersihan saluran drainase dan penumpukan material khususnya pada lokasi yang sempat tergenang air, serta membuat temporary drainage untuk mencegah genangan air di jalan tol.

Untuk memastikan pelaksanaan perbaikan-perbaikan sebagai tindak lanjut catatan dari Komite Keselamatan Konstruksi, Kemenhub, KemenPUPR, dan pemangku kepentingan terkait lainnya, sepakat untuk secara bersama melakukan pemantauan.

Foto: BKIP