ScentAir Jadi Solusi Kekhawatiran tentang Kualitas Udara

Read Time:3 Minute

Sejak Maret lalu, Tiongkok menghadapi tingkat penularan Covid-19 terburuk. Shanghai menjadi kota terbesar yang hingga kini menerapkan karantina wilayah. Menurut kajian Chinese University of Hong Kong, karantina wilayah selama dua minggu di kota aglomerasi seperti Shanghai berpotensi menurunkan PDB bulanan Tiongkok sebesar 2%.

Setelah virus penyebab Covid-19 terbukti menular lewat udara, kekhawatiran atas kualitas udara dalam ruang merupakan isu yang harus ditangani berbagai perusahaan sebelum menjalankan bisnis dan berinteraksi dengan pelanggan.

Menurut riset ScentAir pada 2021 tentang harapan pelanggan atas kualitas udara dalam ruang dan protokol keselamatan, masyarakat kini semakin memperhatikan kesehatan dibandingkan masa prapandemi; mereka pun sangat mencermati kualitas udara dalam ruang, bahkan 91% responden mengutamakan udara bersih saat berkunjung ke lokasi bisnis di ruangan tertutup. Dalam hal protokol keselamatan, 82% responden menilai penggunaan alat pemurni udara (air purification) sebagai protokol terpenting ketimbang membatasi ruang fisik.

Sebagai respons, ScentAir telah berinvestasi secara signifikan dalam pengembangan lini produk baru yang membantu perusahaan beradaptasi dan mewujudkan keberlanjutan. Maka, ScentAir melansir ION Protect™, sistem pemurni udara yang, terbukti lewat tes independen oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, secara aktif membasmi 99,8% SARS-COV-2, serta ratusan patogen lain di udara, tanpa menghasilkan zat berbahaya. Berbeda dari alat pemurni udara biasa yang menunggu masuknya partikel berbahaya, ScentAir ION Protect mencari polutan di udara. Teknologi NPBI™ (Needlepoint Bipolar Ionization) yang telah dipatenkan ScentAir lalu melepaskan ion ke udara untuk menjaring dan membasmi polutan berbahaya tersebut. Mekanisme ini merupakan proses aktif yang selalu melakukan disinfeksi dengan biaya pemeliharaan rendah.

Kualitas udara dalam ruang menjadi perhatian utama bagi konsumen, menurut
riset terbaru.

Chloe HuiVP & General ManagerScentAir APAC, berkata, “ScentAir membuat standar kebersihan baru dengan memadukan manfaat kualitas dan aroma udara dalam ruang.” Menurutnya, “Ketika memasuki sebuah gerai, pelanggan tak hanya menginginkan aroma yang menarik; namun, mereka juga ingin menghirup udara yang bersih, segar, dan aman. Perubahan ekspektasi ini dihadapi merek-merek di sektor konsumer, maka banyak merek tersebut membutuhkan solusi kami.

“Baru-baru ini, misalnya, melalui solusi aroma dan pemurni udara ScentAir yang terintegrasi, kami membantu proyek properti multiguna papan atas setinggi 31 lantai di Guangzhou Tianhe, Tiongkok, sentra industri teknologi canggih, mengubah area seluas 240,000 m² menjadi properti yang memprioritaskan pengalaman pelanggan. Lewat ionisasi, sistem kami membersihkan udara secara natural, tanpa zat Ozon berbahaya. Dengan demikian, penyewa gerai yang mengunjungi properti ini merasa lebih sehat, aman, dan bersih; begitu pula halnya dengan klien kami di kawasan bisnis terpadu di Hong Kong. Di sini, kami membantu sebuah restoran premium yang menawarkan konsep gaya hidup urban. Berkat solusi kami, restoran ini memperoleh kembali kepercayaan pelanggan setelah udara dalam restoran dilengkapi aroma yang hangat dan familier. Aroma tersebut juga didukung sistem pemurni udara yang aktif dan berkesinambungan sehingga mengatasi kekhawatiran pelanggan restoran. Lebih lagi, setelah kesuksesan ScentAir ION Protect, ScentAir berkolaborasi dengan HealthWay dan melengkapi lini produk ScentAir lewat kategori alat pemurni udara ketiga—alat penyaring udara (air filtration). Dengan teknologi DFS (Disinfecting Filtration System) yang telah dipatenkan HealthWay, solusi udara dalam ruang terbaru ScentAir menciptakan pengalaman yang aman dan bersih di ruangan dengan arus pengunjung yang tinggi.

Penjualan produk wewangian rumah (home fragrance) telah meningkat selama pandemi. Menurut riset NPD Group, 85% konsumen telah memakai produk wewangian rumah pada 2020; nilai penjualan lilin beraroma, produk yang paling banyak digunakan di rumah, juga mencatat kenaikan sebesar 17%.

“Setelah semakin banyak orang yang bekerja di rumah, aroma membantu kita merasa rileks, dan meningkatkan pengalaman kita di rumah. ScentAir gembira membantu klien untuk berinteraksi dengan pelanggan, bahkan ketika mereka berada di rumah. Lewat suvenir berupa produk wewangian ScentAir, sejumlah merek seperti KOOKAI dan Westin Hotels tetap berada dalam ingatan pelanggan, meski gerai tengah ditutup atau perjalanan dibatasi. Kami memberikan opsi yang lebih kreatif kepada klien untuk menjangkau pelanggan, memperluas brand experience hingga ke rumah pelanggan,” kata Chloe.

Sumber: CISION PR Newswire Indonesia