Sayap Terakhir A380 dan Nasib Karyawan Airbus di Broughton

Sayap terakhir Airbus A380 akan diluncurkan dari fasilitas pabrikan di Broughton, Inggris pada paruh pertama tahun ini. Momen ini bersamaan dengan semakin dekatnya program penghentian karyawan pabrikan di fasilitas tersebut.

Para karyawan Airbus yang bekerja di fasilitas perakitan tersebut menunggu berita tentang nasib mereka.

Dikutip dari Simple Flying (27/1/2020), Airbus mengatakan belum membuat keputusan tentang Broughton, tetapi berharap untuk mempekerjakan kembali pekerja yang ada saat ini di lini produk lainnya.

Airbus telah menetapkan tahun 2021 sebagai akhir dari jalur produksi pesawat penumpang jumbo jet tersebut. Tapi pabrikan kabarnya telah membuat rencana selanjutnya.

Pada pekan lalu, terdengar kabar bahwa Airbus akan menggunakan kembali jalur perakitan A380 di Toulouse untuk mengakomodasi produksi A321. Seperti diketahui, fasilitas pembangunan A380 dilakukan di 16 lokasi, dari Puerto Real di Spanyol hingga Hamburg di Jerman, termasuk Broughton dan Toulouse.

Diperkirakan ada sekitar sekitar 3.000 hingga 3.500 pekerjaan dapat terdampak penutupan program A380. Setidaknya, 200 di antaranya berada di Broughton.

Dikutip dari BBC, di fasilitas Airbus di Broughton banyak pekerjaan perakitan sayap pesawat A380.

Sayap terakhir

Menurut North Wales Live, sayap terakhir A380 akan dirakit selama paruh pertama tahun 2020. Sayap itu untuk A380 ketiga pesanan maskapai ANA dan delapan lainnya untuk Emirates.

Ketika sayap terakhir diluncurkan, produksi di bagian pabrik itu akan berakhir. Namun dengan berita penggunaan kembali fasilitas di Toulouse yang terdengar di telinga mereka, para karyawan di Broughton berharap bahwa solusi yang sama akan ditemukan untuk mereka.

North Wales Live melontarkan pertanyaan terkait hal tersebut kepada pihak Airbus.

“Pengumuman FAL A321 hari ini untuk Toulouse tidak terkait dengan, atau menetapkan preseden untuk pabrik Broughton. Kami masih akan menentukan penggunaan masa depan untuk Pabrik Barat, dan sedang mendiskusikan opsi sebagai bagian dari strategi lokasi (Broughton),” jawab seorang juru bicara Airbus.

Meskipun tidak akan ada lagi sayap A380 yang dibangun di Broughton, permintaan untuk keluarga pesawat A320, jalur A350 yang populer dan A330neo sangat kuat. Airbus memiliki simpanan pekerjaan hampir 7.500 pesawat, sehingga kemungkinan pabrikan akan tertarik untuk menggunakan fasilitasnya di Broughton untuk meningkatkan pasokan suku cadang bagi pesawat lain.

Baca Juga:

Bandara Lourdes Jadi Saksi Bisu Lenyapnya 2 Pesawat A380 Singapore Airlines

AirFrance Akan Pensiunkan Semua Armada A380 Tahun 2024

Saat ini di fasilitas Broughton terdapat lebih dari 6.500 orang yang dipekerjakan Airbus. Di fasilitas ini para pekerja menghasilkan menghasilkan sayap untuk seluruh keluarga Airbus, selain dari A320 Tiongkok dan A400M.

“Itu perlu dievaluasi. Jelas kami membuat banyak sayap di Inggris dan beberapa sayap untuk A380. Mudah-mudahan, kami dapat mempekerjakan kembali sejumlah besar karyawan kami di sana dan menggunakan kembali juga infrastrukturnya,” kata CEO Airbus, Tom Enders, seperti dikutip BBC.

Semoga, itulah tepatnya yang akan mereka lakukan, dan karyawan dapat menemukan peran baru mereka untuk membuat sayap bagi jenis pesawat Airbus lainnya.

Ketika Airbus membuka pabrik A380 di Broughton, itu adalah pabrik terbesar yang akan dibangun di Inggris untuk waktu yang lama. Dibangun dengan biaya £350juta, pabrik ini berukuran 12 lapangan sepak bola.