Sun. Sep 22nd, 2019

Sabar dan Waspada Melintas Perlintasan KA Dikampanyekan dalam Pentas Edukasi Transportasi

Memberikan edukasi berkelanjutan tentang transportasi, khususnya demi menjamin keselamatan bertransportasi dan konektivitas, digiatkan Kementerian Perhubungan. Kali ini lewat Pentas Edukasi Transportasi yang digelar di SMAN 1 Depok, Jawa Barat.

Menurut Kepala Bagian Publik dan Pelayanan Informasi Biro Komunikasi dan Informasi Publik (BKIP) Kementerian Perhubungan, Wijonarko, tahun 2019 ini pihaknya berencana empat kali menggelar Pentas Edukasi Transportasi bagi pelajar setingkat SMA. “Ini pertama kali di SMA Negeri 1 Depok, yang dipilih untuk wilayah Jawa Barat. Kemudian nanti di DKI Jakarta, Sumatera Utara, dan Jawa Timur, tapi belum ditentukan sekolah mana yang dipilih,” katanya pada acara tersebut di Depok, Selasa (30/7/2019).

Pada pentas edukasi transportasi tersebut dihadirkan Direktur Keselamatan Perkeretaapian, Zamrides yang memaparkan tentang kebijakan keselamatan transportasi perkeretaapian secara khusus pada perlintasan sebidang. Hadir pula Kasubdit Promosi dan Kemitraan Keselamatan Direktorat Sarana Transportasi Jalan, Ni Widaningsih yang menekankan kebijakan keselamatan transportasi jalan bagi pelajar.

Zamrides menekankan pentingnya kesadaran berkeselamatan sejak dini, khususnya ketika berkendara di perlintasan jalan raya dengan rel kereta api (KA). “Di perlintasan sebidang KA ini ada tiga titik rawan, yakni titik rawan kecelakaan, pelanggaran lalu lintas, dan kemacetan. Karena itu, kita harus sabar untuk antre dan waspada,” ungkapnya.

Ditambahkannya, ketika melintas perlintasan KA, pengendara dilarang menyalip kendaraan di depannya. “Kalau mau melintas, berhenti sejenak, perseneling harus yang kecil, juga harus lihat kiri, lihat kanan, dan lihat kiri lagi untuk memastikan kondisi jalan betul-betul tak ada KA yang datang,” jelas Zamrides, seraya menyebut bahwa di Jabodetabek setiap yiga menit ada KA melibtas dan di daerah lain di Jawa setiap 20 menit.

Sementara itu, Widaningsih secara detail memberikan edukasi berkendara sepeda motor bagi pelajar, juga guru. Kebanyakan siswa SMAN 1 Depok tersebut memang mengendarai kendaraan roda dua itu. “Harus ada kesadaran kalau belum memiliki SIM tidak boleh mengendarai motor. Pastikan memakai helm dan jaket. Jaket ini penting juga, selain untuk menjaga badan dari angin, juga agar pengendara lain bisa melihat dengab jelas. Jadi usahakan memakai jaket warna terang.”

Pada kesempatan tersebut, Kepala SMAN 1 Depok, Supyana menyambut baik kegiatan Pentas Edukasi Transportasi itu. “Kegiatan ini tidak mengganggu aktivitas mengajar belajar karena kegiatan ini juga memberikan pelajaran yang berharga,” ujarnya.

Seluruh siswa terlihat hadir di lapangan yang dilengkapi dengan panggung dan tenda itu. Ada juga area untuk berswafoto yang menarik berciri transportasi, juga tenda informasi tentang pendidikan dan latihan di bawah Kementerian Perhuhungan. Para siswa yang didaulat ke panggung dan berani menyuarakan tentang keselamatan bertransportasi pun terlihat senang mendapat hadiah helm yang disediakan BKIP.

Baca ini juga ya!