Fri. Feb 28th, 2020

Rute Cina Disetop, Potensi Kehilangan Mencapai 2,7 Juta Penumpang

Desain dan tata letak kursi penumpang pesawat jenis A330-900neo pesanan Lion Air. Sumber gambar: Airbus.

                                   

Potensi kehilangan penumpang yang dialami maskapai pada rute-rute di destinasi Indonesia-Cina mencapai 2,7 juta penumpang. Demikian diungkapkan Staf Khusus Kementerian Perhubungan, Adita Irawati.

Adita mengatakan, situasi ini terjadi karena pemerintah telah secara resmi menghentikan sementara penerbangan di dua negara tersebut sejak 5 Februari 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona di Tanah Air.

“Biasanya mendatangkan devisa, akhirnya menjadi potential loss,” kata Adita di Jakarta, seperti dikutip Tempo, Rabu (12/2/2020).

Adita memaparkan, khusus untuk penumpang atau turis Cina ke Indonesia, jumlahnya mencapai separuh dari angka tersebut, sekitar 1,35 juta. Menurut Adita, situasi ini pun akan terjadi hingga Maret 2020, yang menjadi periode liburan dari musim dingin, menuju musim panas.

Baca Juga:

Aviasi Cina Terpuruk Virus Corona, Pemerintah Ingin Maskapai Nasional Serap Pasar Cina

Pesawat Kargo dari dan ke Cina Harus Ditangani Khusus

Dari data Kementerian Perhubungan, kata Adita, ada 26 penerbangan antara Indonesia-Cina. Maskapai yang melayani rute ini mulai dari Garuda Indonesia Group, Lion Air Group, Sriwijaya Air, hingga maskapai asing seperti China Southern Airlines dan China Eastern Airlines.

Dampak dari kehilangan penumpang ini tidak hanya dirasakan oleh maskapai penerbangan, tapi juga bandara. Pengunjung bandara otomatis menjadi berkurang. Untuk itu, kata Adita, Kemenhub telah berbicara dengan maskapai maupun pihak bandara untuk menerbitkan langkah antisipasi.

Salah satunya mendorong maskapai penerbangan nasional untuk menciptakan permintaan baru, menggantikan Cina. Kemenhub pun mendorong maskapai membuka atau menambah rute penerbangan dari negara lain, seperti India, Pakistan, Maladewa, Nepal, Turki, dan Australia.

Sampai hari ini, jumlah warga Cina yang meninggal dunia akibat virus Corona sudah mencapai 1.000 orang lebih. Kemudian, jumlah suspek virus corona sebanyak 16 ribu orang dan yang sudah terinfeksi virus corona mencapai 44 ribu orang.