Wed. Sep 18th, 2019

Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta Bikin Maskapai Hemat Rp75juta

Armada pesawat Boeing 737-500 NAM Air jadi pesawat komersil pertama yang mendarat di runway 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (15/8/2019). Sumber gambar: AP II.

Presiden Direktur AP II, Muhammad Awaluddin mengatakan, dari simulasi yang dilakukan oleh maskapai pada Agustus lalu, pembakaran bahan bakar pesawat dapat ditekan hingga 1.300 pon atau setara Rp70juta hingga Rp75juta dengan adanya landas pacu (runway) 3 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Awaluddin menjelaskan, hal ini karena pesawat tidak perlu menunggu lebih lama untuk mencapai apron setelah mendarat.

“Simulasi dari teman-teman maskapai saat 15 agustus, terjadi penghematan bahan bakar maskapai karena tak perlu holding. Setelah landing, langsung dilakukan routing ke parking stand dengan lebih cepat,” ujarnya, Ahad (8/9/2019).

“Fuel burn juga bisa diminimalkan sebesar 1300 pound atau jika dikalkulasi mencapai Rp70-75juta. Jadi kemampuan kita saat taxi hingga take off-landing lebih bervariasi.”

Runway 3 dengan ukuran 2500 x 45 meter ini sudah satu bulan beroperasi. Dengan ukuran tersebut, saat ini runway tersebut baru bisa melayani operasional pesawat tipe Boeing B737 dan Airbus A320.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi sebelumnya mengatakan bahwa runway ini pada November mendatang akan bertambah ukurannya menjadi 3.000 x 60 meter.

Dia juga menjelaskan, sebelum beroperasinya runway 3 pergerakan pesawat di bandara ini hanya 75 per jam. Dengan beroperasinya runway 3, saat ini pergerakan pesawat meningkat menjadi 81 pesawat per jam. Pergerakan ini akan dapat bertambah jumlahnya menjadi 100 pesawat per jam pada saat runway 3 sudah memiliki panjang 3.000 meter.

Baca ini juga ya!