Rp500M dari APBN, Penumpang Pesawat Dapat Diskon Tiket hingga 50% Selama 3 Bulan

Pemerintah bersama dengan stakehokder penerbangan sepakat untuk memberikan insentif untuk menurunkan tarif penerbangan dari dan ke 10 destinasi pariwisata. Destinasi tersebut adalah Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Toba (Silangit), Tanjung Pandan dan Tanjung Pinang.

“Pemerintah memberikan diskon tarif penerbangan sebesar 30 persen ke 10 destinasi wisata,” ujar Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Sabtu (29/2/2020).

Budi mengatakan, insentif ini berasal dari Pemerintah, Angkasa Pura (AP) I dan II, AirNav Indonesia dan Pertamina. Diskon tarif tiket pesawat yang diberikan untuk penumpang melalui maskapai berkisar antara 45-50 persen, tergantung kategori layanan maskapai penerbangannya.

Budi menyebut bahwa pemerintah mengalokasikan dana yang berasal dari APBN sebesar Rp500miliar untuk kebijakan diskon tarif tersebut. Diskon tarif diberikan kepada 25 persen dari total jumlah penumpang dalam satu penerbangan.

Selain pemerintah, Budi menyebut sejumlah pihak juga turut mendukung pemberian insentif. AP I dan II memberikan insentif pengurangan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) sebesar 20 persen, AirNav Indonesia memberikan insentif pengurangan biaya Pelayanan Jasa Navigasi Penerbangan sebesar 20 persen, dan Pertamina akan memberikan potongan harga avtur sebesar 10 persen.

Baca Juga:

AP 2 Beri Diskon PSC 20% untuk 1 Juta Kursi Penumpang Pesawat

Penerbangan Lesu, Citilink Kasih Diskon Hingga 50% ke Semua Rute Domestik

Budi menatakan, kebijakan ini berlaku selama periode Maret hingga Mei 2020 dan akan dilakukan evaluasi secara berkala.

“(Diskon) tiketnya tidak hanya dari Jakarta saja, dari destinasi manapun sepanjang tujuannya ke 10 destinasi itu diberikan diskon. Kemudian diskonnya untuk pulang-pergi. Kita konsisten,” sambung Dirjen Perhubungan Udara, Novie Riyanto.

Novie mengatakan, pemberian insentif ini bertujuan untuk mendorong sektor pariwisata di 10 destinasi wisata tersebut yang terdampak wabah virus corona.

Lebih lanjut, Novie mengungkapkan, wabah virus tersebut berdampak pada menurunnya jumlah pergerakan pesawat di sejumlah bandara. Seperti di Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bali, pergerakan pesawat menurun dari semula 470-480 pergerakan pesawat menjadi sekitar 400 pergerakan.