Wed. Jun 3rd, 2020

Rp443Miliar Alokasi Diskon Tiket Penerbangan Maret-Mei 2020

                                   

Pemerintah mengalokasikan dana APBN Rp443miliar untuk diskon tiket penerbangan ke-10 destinasi. Yakni penerbangan ke Silangit, Batam, Tanjung Pandan, Tanjung Pinang, Yogyakarta, Malang, Bali, Lombok, Labuan Bajo, dan Manado. Berlaku untuk penerbangan pada Maret-Mei 2020 dan mulai dibuka 1 Maret 2020.

“Stimulus dari pemerintah ini untuk mengembalikan potensi industri pariwisata yang terdampak virus corona. Ada diskon tiket yang diberikan atas dasar subsidi dari APBN,” ujar Budi Prayitno, Kepala Bagian Kerja Sama Internasional, Humas dan Umum Ditjen Perhubungan Udara, sewaktu “ngobrol bareng” wartawan di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Budi menambahkan, “Ini sedang dibuatkan Peraturan Presiden dan Peraturan Menteri terkait pemberian dana APBN yang akan diberikan kepada maskapai dan diperoleh calon penumpang saat melakukan reservasi. Skemanya dalam bentuk voucher yang dikeluarkan airlines. Setiap minggu, airlines melakukan rekonsiliasi dokumen untuk reimburse ke Direktorat Angkutan Udara.

“Direktorat Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan sudah membentuk unit khusus untuk menangani hal tersebut, termasuk menyiapkan perangkat teknologinya. Di samping itu, akan ada pemeriksaan karena menyangkut dana APBN.

Mekanisme pemberian diskon itu belum resmi dikenalkan, apalagi bisa dilakukan. “Rencananya besok (29/2/2020), Menteri Perhubungan akan menggelar jumpa pers di Terminal 3 Domestik Bandara Soekarno-Hatta,” kata Budi. Namun ia menggambarkan, pada saat calon penumpang reservasi secara online, akan ada notifikasi bahwa ia mendapatkan diskon yang langsung mengurangi harga tiket.

Selain dari APBN, digabung dengan insentif dari Pertamina, Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, pengelola bandara lainnya, dan AirNav Indonesia, diskon tiket itu bisa mencapai 50 persen dari harga tiket yang ditetapkan. Untuk penerbangan rute-rute ke-10 destinasi itu, pemerintah memang akan menetapkan satu harga. Namun pada rute yang sama bisa beda harga tergantung layanan maskapainya; full service, semi-full service, dan no frill. Berapa harga tiket itu, kata Budi, sampai saat ini masih dihitung.

Banyaknya tiket yang didiskon per penerbangan adalah 25 persen dari kapasitas pesawat. Katakanlah pesawat Boeing 737-800NG dengan kapasitas 180 kursi, maka dalam penerbangan itu ada 45 tiket yang mendapat diskon. Kalau menggunakan ATR-72-600 yang kapasitasnya 70 kursi, hanya 17-18 tiket yang didiskon.

Sampai saat ini, pemerintah belum memublikasikan berapa jumlah tiket yang didiskon untuk seluruh rute penerbangan selama tiga bulan ke-10 destinasi itu. “Nanti ada alokasi jumlahnya juga, ada kuota untuk tiap maskapai dan tiap rute,” ucap Budi, seraya menambahkan, “Kalau misalnya ke Batam kuotanya habis sebelum akhir Mei, tak ada lagi diskon. Ini juga berlaku sistem first come first serve.”