Respons Pasar, Pertimbangan Erick Thohir untuk Dirut Baru Garuda

Airbus A330-900 neo Garuda Indonesia.

Dalam mencari calon yang tepat untuk mengisi posisi Direktur Utama Garuda Indonesia, ada aspek-aspek yang dicermati Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir. Salah satun yang menjadi pertimbangan adalah respons pasar, mengingat perusahaan maskapai penerbangan pelat merah ini merupakan perusahaan terbuka.

“Kita inginnya direksi dan komisaris yang diangkat bisa mendapat respons pasar positif karena tetap akhirnya pasar mesti merepson positif, karena dia kan perusahaan terbuka,” ungkap Erick di Jakarta seperti dikutip SindoNews, Selasa (24/12/2019).

Terkait proses pemilihan jajaran direksi dan komisaris Garuda, dia menekankan hal itu akan dilakukan dengan transparan. Penetapan pejabat teras ini akan ditentukan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perusahaan yang diagendakan pada 20 Januari 2020.

“Tapi simple, kami ingin mengelola BUMN jauh lebih sehat. Jadi enggak ada conflict interest,” jelasnya.

Sayangnya Erick enggan memberi informasi lebih jauh apakah posisi direktur utama nantinya diduduki oleh pihak internal atau eksternal perusahaan. Dia hanya mengatakan akan ada kejutan di struktur direksi Garuda Indonesia.

“Ya akan ada kejutan. Kalau enggak ada kejutan, enggak seru,” cetus Erick.

Erick mengungkapkan, hingga saat ini ketiga nama calon dirut Garuda Indonesia yang baru belum mengerucut menjadi satu nama.

“Sampai sekarang belum (menjadi satu nama),” tandasnya.