Qantas Tunda Peluncuran Penerbangan Nonstop Terpanjang di Dunia

Maskapai asal Australia, Qantas menyatakan menunda peluncuran layanan penerbangan nonstop terpanjang di dunia dengan rute dari London dan New York ke Sydney. Penerbangan dengan durasi sekitar 19 jam 30 menit tersebut terpaksa ditangguhkan sebagai imbas pandemi global virus Corona (Covid-19).

CEO Qantas, Alan Joyce menyebutkan, proyek ambisius tersebut diberi nama ‘Project Sunsine’. Maskapai memesan 12 pesawat Airbus A350 baru untuk menjalankan program tersebut.

“Kami harus merencanakan beberapa skenario lain,” ujar Alan, dikutip dari Daily Mail, Ahad (24/5/2020).

Uji coba proyek ini telah dilakukan Qantas sejak tahun lalu sebanyak tiga kali. Pada uji coba pertama, pesawat yang membawa penumpang dan kru sebanyak 49 orang terbang dan mendarat dengan mulus. Mereka terbang dari New York menuju Sydney pada Oktober 2019.

Penerbangan uji coba kedua ditempuh dari London ke Sydney pada bulan berikutnya. Sedangkan penerbangan ketiga dari New York ke Sydney. Semua uji coba penerbangan berlangsung dengan sukses.

Baca Juga:

Banyak Balon Udara di Langit Solo, Airnav Terbitkan Notam

jetBlue Tiadakan Kursi Tengah Pesawat Mulai 4 Juni

Qantas berencana meluncurkan penerbangan tersebut pada Maret 2023, sembari menunggu dunia penerbangan kembali normal dari pandemi Covid-19.

“Ini berarti, kami ada dalam posisi yang sangat baik untuk berpartisipasi dalam proses pemulihan. Karena Australia sudah berhasil meratakan kurva, ada harapan permintaan perjalanan akan kembali lebih cepat dari yang diperkirakan,” kata Alan.

Alan menyebutkan, sejauh ini Qantas telah membatalkan hampir sebagian besar penerbangan domestik mereka hingga akhir Juni 2020 sebagai imbas pandemi tersebut. Sedangkan rute internasionalnya ditangguhkan hingga akhir Juli 2020.

Hampir 25.000 orang staf Qantas sudah dirumahkan, setidaknya hingga akhir Juni. Alan berharap permintaan pasar akan segera kembali normal dan operasional maskapai bisa pulih dengan cepat.