PTDI Perbaiki CN235-110 AU Brunei pada Masa Covid-19

Read Time:1 Minute

Pesawat CN235-110 Angkatan Udara Kerajaan Brunei tiba di apron hanggar Delivery Center PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Bandung tadi (28/10/2020) pagi.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI, Gita Amperiawan bersama Atase Pertahanan Brunei Darussalam, Col. Hj Suhailee menyambut kedatangan pesawat dengan kru penerbangannya yang terbang dari Bandara Internasional Brunei untuk dirawat di PTDI.

“Nggak ada yang malfunction. Ini dihidupkan dari storage,” kata Capt. Esther Gayatri Saleh, Pilot Uji PTDI dalam siaran pers (28/10/2020).

Pesawat CN235-110 dibeli Angkatan Udara Kerajaan Brunei atau The Royal Brunei Air Force (RBAF) tahun 1997. Terakhir diterbangkan tahun 2017, kemudian disimpan dan dirawat oleh RBAF. Grounded cukup lama karena ada permasalahan perbaikan propeller yang ditangani oleh pihak lain.

This is our services to our customer supaya mereka bisa terbang lagi. Mereka bagus maintain kebersihannya. Angkat jempol! Pesawat ini sudah 23 tahun, tapi kondisinya masih baik,” ungkap Esther.

PTDI memberikan pelayanan perawatan (maintenance), yang merupakan bagian dari program Aircraft Services PTDI kepada RBAF pada masa pandemi Covid-19 ini. Hal tersebut dilaksanakan agar CN235-110 mendapatkan kepastian dalam kondisi layak terbang. PTDI hadir untuk menginspeksi dan memperbaikinya.

Pesawat CN235-110 RBAF tersebut dijadwalkan dua minggu berada di PTDI. Perbaikan yang dilakukan adalah swing compass, replacement cable assy of control quadrant, maintenance, installation of auto pilot computer, repainting (anti-erosion dan anti-lighting) nose radome, serta recurrent pilot training.

Foto: PTDI